アンネの小説 Novel

“Udah cukup kering ah”. Kataku sambil mengusap-usap baju dan meletakan hairdryer di meja. Aku tertawa sendiri ketika melihat diriku pada cermin besar yang berada di depanku. “Hmm Nico sekarang udah dewasa ya… Kemejanya saja sukses membuatku terlihat seperti orang-orangan sawah”. Kataku dalam hati. “Aroma Nico masih ada di baju ini”. Lanjutku dengan memeluk bajunya yang melekat di tubuhku. “Hey! Aku ini ngomong apa sih”. Kataku sambil memukul kepalaku sendiri. “Bodoh, bodoh, bodoh. Nico pasti sudah bosan tunggu aku dibawah”. Segera mengganti pakaianku kembali dan keluar menuruni tangga. “Nico, maaf lama. Pasti kamu udah bosan ya nunggu nya?”. Kataku pada Nico yang sedang duduk di sofa. “Hahaha enggak kok”. Nico menjawab disertai tawa kecil. “Ohya ini hairdryer sama baju kamu. Makasih ya”. Kataku sambil menyerahkannya pada Nico. “Sama-sama”. Jawabnya dengan senyuman ramah dan meletakkannya di meja. “Ehmm Selena tadi minumannya aku taruh di dapur soalnya udah agak dingin. Aku buatin lagi yang baru ya?”. Kata Nico. “Makasih tapi gak usah, maaf udah ngerepotin. Ehmm Nico mungkin sebaiknya aku pulang sekarang ya”. Kataku. “Kalau gitu aku anterin ya”. Jawab Nico.

“Selena, kamu yakin mau pulang sekarang?”. Kata Nico ketika membuka pintu dan melihat kondisi cuaca. Aku hanya bergumam kebingungan. Seketika suara gemuruh petir menggelegar. Tanpa sadar aku memegang tangan Nico dan bersembunyi di balik punggung lebarnya. “Tenang disini ada aku”. Kata Nico yang mengusap tanganku dengan tangan kanannya. Sementara aku masih memegangi lengan kirinya. “Kamu disini aja dulu”. Lanjut Nico yang berbalik menghadapku. “Nanti aku telepon ke rumah kamu. Pasti mereka gak akan khawatir lagi”. Lanjutnya dengan sangat lembut. Aku menjawabnya dengan anggukan kepala. “Ayok masuk”. Nico menutup pintu dan kami pun pergi ke dalam rumah lagi.

アンネの小説 Novel

Aku berada di ruang tengah dimana dulu kami sering bermain pistol air. Dan Nico sampai sekarang masih menyimpan foto yang diambil setelah bermain dulu. “Hairdryer mama, mana hairdryer nya”. Nico berucap sendiri sambil membuka laci lemari dikamar mama nya. “Nah ini dia, aku pinjem dulu untuk Selena pasti mama gak akan keberatan”. Kata Nico sambil meninggalkan kamar. Nico mendengar suara ponsel ketika melewati kamarnya. Ia segera masuk. “Ternyata ponsel cadanganku bunyi dari tadi”. Kata Nico. “Ehh? Nomor papa memanggil?”. Lanjutnya ketika ia melihat layar ponsel. Seketika ponselnya mati ketika ia hendak menjawab panggilan. “Ada apa sih papa telepon? Aku hubungi balik pakai ponsel yang ini aja”. Kata Nico sambil mengambil ponsel di kantong kirinya. “Yang ini mati juga?! Aduh…. Paling papa cuma mau bilang kalau tadi ada urusan kantor mendadak jadi dia buru-buru. Charger mana ya? Ohya Selena lagi tungguin aku”.  Tak menghiraukan ponselnya lagi, Nico segera Turun menemui selena. “Selena maaf lama, ini”. Nico menyerahkan hairdryer dan baju padaku. “Kamu bisa pakai kamar tamu. Kemarin ada teman papa yang mau menginap, karena ada telepon anaknya sakit dia buru-buru pergi dan kamarnya udah terlanjur dibersihkan. Jadi kamu bisa pakai. Aku antar ya?”. Kata Nico penuh perhatian padaku. Aku mengikutinya ke atas. “Makasih ya Nico, jadi ngerepotin nih”. Katakub padanya. “Gak masalah, kamu udah berapa kali sih bilang makasih? Hahaha gak usah sungkan, anggap aja rumah sendiri. Oke?”. Kata nico sambil membukakan pintu. “Kalau gitu aku tunggu dibawah ya?”. Lanjutnya. “Oke”. Jawabku singkat. Nico berpaling dan pergi, tanpa sadaraku memandanginya yang berjalan menjauh dariku. Memandangi dirinya yang terus berjalan hingga menghilang dari pandangan mataku. Hey apa yang aku lakukan? Dia hanya meninggalkanku sebentar. Kenapa rasanya aku keberatan? Bodoh… Dia gak akan kemana-mana, dia cuma pergi untuk menungguku dibawah. Dipenuhi oleh perasaan yang dinamakan cinta, ternyata membuat kita seperti orang bodoh dan tidak masuk akal.

インドネシアのお勧めスポット、Scenery

Candi Yogyakarta

 Candi adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban HinduBuddhaBangunan ini digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewi ataupun memuliakan Buddha. Akan tetapi, istilah ‘candi’ tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja, banyak situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha Indonesia klasik, baik sebagai istana (kraton), pemandian (petirtaan), gapura, dan sebagainya, juga disebut dengan istilah candi.

Istilah “Candi” diduga berasal dari kata “Candika” yang berarti nama salah satu perwujudan Dewi Durga sebagai dewi kematian. Karenanya candi selalu dihubungkan dengan monumen tempat pedharmaan untuk memuliakan raja anumerta (yang sudah meninggal).

Yogyakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang menjadi tempat pusat candi-candi berdiri megah. Di antara sekian banyaknya candi, terdapat 2 candi termegah yang amat terkenal di kalangan wisatawan asing maupun lokal. Selain itu ada beberapa candi yang perlu anda ketahui. Meskipun tidak terlalu populer dan tidak terlalu megah seperti Candi Borobudur dan Prambanan, namun keindahannya tidak boleh anda lewatkan.

1. Candi Ijo

 

Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta.

Candi ini dinamakan “Ijo” karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kata “Ijo” adalah bahasa Jawa yang jika di artikan dalam bahasa Indonesia adalah hijau. Kompleks percandian membuka ke arah barat dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis.

2. Candi Sambisari

Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut.

Dengan dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping).

Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Agastya (sebelah selatan), dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara. Di dalam candi utama terdapat lingga dan yoni dengan ukuran cukup besar. Pada saat penggalian ditemukan berbagai benda lainnya di antaranya adalah beberapa tembikar, perhiasan, cermin logam, serta prasasti.

3. Candi Ratu Baka

Nama “Ratu Baka / Boko” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (dalam bahasa Jawa yang berarti “raja bangau”) adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang.

Berbeda dengan peninggalan purbakala lain dari zaman Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung.

Berbeda pula dengan keraton lain di Jawa yang umumnya didirikan di daerah yang relatif landai, situs Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi.

4. Candi Sari

Candi Sari juga disebut Candi Bendah adalah candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Sambisari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno dengan bentuk yang sangat indah. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang nampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar.

Bentuk bangunan candi serta ukiran relief yang ada pada dinding candi sangat mirip dengan relief di Candi Plaosan. Beberapa ruangan bertingkat dua berada persis di bawah masing-masing stupa, dan diperkirakan dipakai untuk tempat meditasi bagi para pendeta Buddha (bhiksu) pada zaman dahulunya. Candi Sari pada masa lampau merupakan suatu Vihara Buddha, dan dipakai sebagai tempat belajar dan berguru bagi para bhiksu.

5. Candi Plaosan

Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa BugisanKecamatan PrambananKabupaten KlatenProvinsi Jawa TengahIndonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Prambanan.

Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha.

Festival Candi Kembar merupakan acara tahunan yang diadakan di candi ini dengan menampilkan berbagai macam tarian dari seluruh nusantara. Festival ini merupakan satu-satunya festival budaya skala besar yang diadakan di Klaten.

6. Candi Barong

Candi Barong adalah candi bercorak Hindu yang terletak di tenggara Kompleks Ratu Boko, PrambananSleman, tepatnya di atas bukit di Dusun Candisari, Desa SambirejoPrambananKabupaten SlemanYogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10, sebagai peninggalan Kerajaan Medang periode Mataram.

Kompleks candi ini memiliki pintu masuk di sebelah barat, lalu mengantar pada lahan berundak tiga. Teras pertama dan kedua sudah tidak ditemukan bangunan candi, meskipun terdapat sisa-sisa lantai atau umpak. Teras kedua merupakan area bukaan yang cukup luas. Sebelum memasuki teras tertinggi terdapat gerbang paduraksa kecil yang mengapit tangga naik.

Pada bagian teras tertinggi terdapat dua bangunan candi untuk pemujaan, diperkirakan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8,18 m × 8,18 m dengan tinggi 9,05 m. Bangunan candi-candi utama ini tidak mempunyai pintu masuk, sehingga upacara pemujaan diperkirakan dilakukan di luar bangunan.

7. Candi Mendut

Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha yang didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.

Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa dewata gandarwa dan apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudradharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi.

8. Candi Kalasan

Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah candi yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha. Pada awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs ini, namun setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi ini. Selain candi Kalasan dan bangunan – bangunan pendukung lainnya ada juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa.

Dalam Prasasti Kalasan berhuruf Pre Nagari, berbahasa Sanksekerta ini menyebutkan para guru sang raja Tejapurnapana Panangkaran dari keluarga Syailaendra berhasil membujuk raja untuk membuat bangunan suci bagi Dewi Tara beserta biaranya bagi para pendera sebagai hadiah dari Sangha.

Pada candi Kalasan ini memiliki lapisan penutup candi yang dinamakan Bajralepa, yaitu semacam plesteran di ukiran batu halus. Detil dari hiasan Bajralepa ini yang merupakan salah satu ciri Candi Kalasan, yang juga dijumpai pada Candi Sari.

Denah bangunan Candi Kalasan berbentuk persegi. Atapnya segi delapan dan puncaknya berbentuk dagoba (stupa). Keadaannya sudah sangat rusak. Hanya bagian selatan yang masih utuh. Disebut-sebut, bilik pusatnya dahulu memiliki arca perunggu setinggi 6 meter yang kini hilang. Sedangkan ketiga biliknya juga kosong.

9. Candi Prambanan

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram.

10. Candi borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di BorobudurMagelangJawa TengahIndonesia. Candi ini berlokasi di kurang lebih 100 kmdi sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

 

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha.

Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

アンネの小説 Novel

Nico membunyikan klakson mobil dan pintu pun terbuka. Tiba-tiba Nico menjelma menjadi pria Paris lagi dan membukakan pintu mobil untukku. “Bi, papa sama papa mana?”. Tanya Nico pada seorang perempuan paruh baya yang membukakan pintu. “Eh mas Nico udah pulang. tadi tuan dan nyonya buru-buru pergi setelah dapat telepon”. Kata si perempuan paruh baya pada Nico. “Mereka kemana? Titip pesan buat aku gak  bi?”. Lanjutnya. “Tidak ada, mas Nico. Tadi mereka perginya buru-buru sekali dan gak nitip pesan apa-apa. Mungkin ada urusan kantor”. Jawabnya lagi. “Hmm paling bentar lagi mereka pulang. Ya udah lah. Ohya bi, tolong buatin 2 minuman hangat ya? Vanilla Latte sama Coklat Panas”. Tambah Nico. “Mas Nico minta dibikinin minuman 2? Yang satu coklat?”. Dia menegaskannya. “Iya nih, buat selena bi, temanku yang dari kecil adalah maniak coklat”. Kata Nico sambil menunjukan keberadaanku. Mata perempuan paruh baya itu berkedip-kedip dan melihat sekeliling seperti sedang mencari-cari. Tapi gak mungkin kalau dia mencari keberadaanku yang sangat jelas aku berdiri di samping Nico yang berdiri tidak jauh darinya. Ahh mungkin saja dia sedang mengamati wajahku dan sedang mengingat-ingat. “Kalau begitu, saya buatin dulu ya minumannya”. Ucap si wanita paruh baya dan pergi meninggalkan kami. “Selena bajumu basah, nanti kamu bisa sakit. Kalau kamu mau, sebaiknya kamu ganti pakai bajuku dulu”. Kata Nico penuh perhatian. “Makasih Nico. Tapi kayaknya aku cuma butuh alat pengering aja deh. Ada hairdryer?”. Tanyaku. “Ada ku ambil dulu ya”. Jawab Nico dengan ramah. “Ya, makasih”. Lanjutku.

グルメ日記、Culinary

Keindahan Yogyakarta

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menimbulkan penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta sering dihubungkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walau secara geografis merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI JakartaDaerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali.

1. Jalan Malioboro

Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening artpantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.

2. Prambanan

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram.

3. Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di BorobudurMagelangJawa TengahIndonesia. Candi ini berlokasi di kurang lebih 100 kmdi sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

 

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha.

Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

4. Fort Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diaroma mengenai sejarah Indonesia.

 

Benteng ini dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen belanda kala itu, dengan dikelilingi oleh sebuah parit (jagang) yang sebagian bekas-bekasnya telah direkonstruksi dan dapat dilihat hingga sekarang. Benteng berbentuk persegi ini mempunyai menara pantau (bastion) di keempat sudutnya.

5. Pantai Pok Tunggal

Nama “Pok Tunggal” diambil dari sebuah pohon yang hidup di pinggir pantai tersebut. Nama dari pohonnya adalah Pohon Duras.

Pohon (Pokok) Duras yang tumbuh di Pantai Pok Tunggal hanya satu buah saja, oleh sebab itu dinamakanlah pantai tersebut dengan nama Pok Tunggal.

Warga setempat sangat menjaga Pohon Duras, oleh sebab itu ketika Anda datang ke Pantai Pok Tunggal tidak melakukan perusakan atas pohon tersebut. Pihak pengelola atau pun masyarakat setempat tidak akan segan-segan memberikan sanksi berupa denda kepada setiap wisatawan yang kedapatan membuang sampah sembarang atau tidak pada tempatnya. Denda yang diberikan kepada wisatawan yang membuang sampah sebarangan tersebut sebesar Rp 10.000,00.

6. Gua Jepang

Gua ini memiliki 4 pintu masuk. Tiap pintu masuk mempunyai tekstur dan relief yang beda. keunikan setiap pintu akan menghasilkan gambar yang artistik tersendiri pada kamera bila Anda mengabadikan gambar. Begitu masuk kedalam pintu gua, maka akan terdapat lorong yang terhubung satu sama lain.

Karena itu, gua ini sering digunakan oleh anak-anak yang tempat tinggalnya berada disekitar gua, untuk bermain petak umpet. Anak-anak sudah mengenalk benar lorong-lorong jalan di gua tersebut.

Konon, gua ini dibuat oleh tentara Jepang untuk menyimpan amunisi. Di dalam gua ini masih terlihat lubang bentukan yang hingga kini sudah ditutup semen dan besi sebagai landasan meletakkan bom. Kini, bom-bom yang pernah disimpan didalam gua tersebut sudah tidak ada lagi. Menurut Jasmin, yang merupakan juru kunci gua tersebut, bom-bom tersebut dikeluarkan pada tahun 1947.

7. Pinus Pengger

Lokasi Hutan Pinus Pengger ini berada di bagian paling utara, tepatnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan pathuk Gunung Kidul meski demikian masih masuk dalam wilayah Kecamatan Dlingo.

Hutan Pinus Pengger ini terkenal dengan Spot Foto Rumah Piramid (rumah khas Indian) dengan lubang di tengah yang bisa dimasuki pengunjung. Dari situ bisa melihat Jogja dari ketinggian, lengkap dengan kemerlip lampu kota. tak heran jika tempat ini direkomendasikan sebagai wisata malam jogja.

Selain spot rumah Indian, ada spot baru di Hutan Pinus Pengger berupa Tangan raksasa. Yaitu spot gardu pandang yang dibentuk menyerupai tangan raksasa. Pengunjung bisa berfoto di atasnya. Jika malam tiba, di ujung jari jari tangan Raksasa Hutan Pinus Pengger itu juga terdapat lampu yang bisa menyorot ke arah sentris.

Selain tangan raksasa dan rumah indian disini ada pula tangga yang menjulang tinggi dan ditemani para pohon minus yang menawan. Sehingga menambah suasana yang indah alami menjadi romantis.

8. Taman Pelangi

Pelangi itu identik dengan perpaduan warna-warni yang indah, begitu pula halnya dengan Taman Pelangi. Berada di tempat ini wisatwan akan dimanja dengan pemandangan lampion warna-warni dengan bentuk dan ukuran yang beragam. Sebagai gerbang pembuka ada sebuah lampion besar berbentuk pelangi. Selanjutnya wisatawan akan disambut dengan aneka lampion berbentuk flora, fauna, hingga karakter tokoh kartun populer.

Lampion-lampion tersebut tidak hanya digantung seperti lampion kebanyakan, namun bayak yang tertancap di tanah, hingga ditempel di dinding.

Selain aneka lampion yang indah, Taman Pelangi juga dihiasi kerlap-kerlip lampu yang menciptakan suasana meriah bahkan di beberapa titik tercipta kesan romantis. Karena itu tak heran jika suatu saat wisatawan mendapati pasangan yang melakukan foto prewedding di tempat ini.

アンネの小説 Novel

Tiba-tiba suara petir menggelegar di tengah hujan deras. Tak sadar aku langsung memeluk Nico. Ia yang paham akan ketakutanku pada petir pun berkata. “Gak papa, aku di sini”. Dia yang sejak kecil bersamaku tentu paham akan ketakutanku. Aku ingat pertama kali kami bertemu. Kelas 3 di sekolah dasar aku belum punya satupun teman. Karena itu adalah hari pertamaku pindah ke sekolah Nico berada. Hari itu mama telat menjemputku. Hujan yang sangat deras turun tiada henti. Aku sendirian menunggu mama. Di sekeliling tidak ada satupun orang yang lewat. Suara petir mulai terdengar, aku mulai ketakutan. Berjalan mundur dan tak sengaja menabrak orang. Belum sempat meminta maaf tiba-tiba suara petir terdengar lagi. Kali ini lebih keras, secepat mungkin aku menutup kedua telingaku dan jongkok ketakutan. Anak laki-lakin itu mengikutiku dan berkata, “Gak papa, aku disini”. Entah mengapa aku merasa aman ketika mendengar perkataannya. Sejak saat itu dia adalah teman pertamaku dan seterusnya dia selalu ada disampingku. Hingga sekarang dia selalu ada untukku dan melindungiku. Dia adalah Nico.

“Selena sebaiknya kita pulang aja. Hujannya semakin deras, genangan air mulai tinggi. Kita bisa terjeba disini”. Kata Nico. “Gimana kalau ke rumahku aja? Papa sama mama pasti juga ingin ketemu sama kamu. Kamu mau Selena?”. Lanjutnya. “Iya, aku jug agak mau naik mobil-perahu disini”. Celetusku dan dia pun tertawa.

アンネの小説 Novel

“Selena, Selena…”. Suara Nico membuyarkan lamunanku. “Kamu mau menunggu disini sampai reda? Hujan semakin deras”. Kata Nico. Aku melihat ke arah langit, tiba-tiba angin bertiup kencang. Nico melepaskan jaket coklatnya kemudian memakaikannya padaku. Tapi aku melihatnya kedinginan. “Nico kita ke dalam mobil aja”. Kataku. “Apa?”. Nico tak mendengar. “Kita ke dalam mobil aja”. Aku mengulangi. “Oke”. Kata Nico sambil membenarkan jaketnya yang dipakai olehku. “Sebentar”. Kataku, dan kemudian aku berusaha menggunakan jaket tersebut untuk berdua. Tapi kepala Nico terlalu tinggi. “Tidak usah, Selena”. Nico menolak, aku menggelengkan kepalaku. “Aku gak mau kalau kamu sakit”. Kataku. “Aku juga gak mau kalau kamu sakit”. Jawabnya. “Kalau gitu, ayo kita sama-sama sakit”. Kataku. Kemudian ia memakaikan jaketnya di kepala kami berdua. Merangkul bahuku da lari bersama melewati hujan.

Aku mengusap wajah Nico yang basah dengan sapu tangan berwarna putih saat dia menghidupkan radio. Dia memegang  tanganku. “Wahh.. Lagunya tepat sekali”. Kataku yang mendengar lagu tentang hujan mengalun di dalam mobil. “Emang sih tentang hujan, tapi makna lagu ini sedih banget”. Ucap Nico yang mengetahui makna lagu tersebut. “Sejak kapan sih hujan turun di situasi yang menggembirakan? Hujan itu anugerah Tuhan yang turun untuk menemani orang-orang berduka dan membawa duka itu pergi bersama rintiknya yang mengalir. Hanya anak kecil yang bergembira berada dibawah rintiknya. Karena mereka belum cukup paham akan duka dan air mata”. Dia menjelaskan dengan begitu dalam. Kulihat Nico masih memegang tanganku. Wajahnya semakin dekat dengan wajahku dan dengan tatapan yang tidak biasa….

インドネシアのお勧めスポット、Scenery

Untuk dapat dikatakan surga, suatu tempat amatlah sangat indah. Ungkapan ini cocok untuk mengungkapkan keindahan pantai menganti. Memang tempat ini kurang populer dan tidak banyak orang dari belahan dunia yang tahu. Namun keindahannya tidak kalah dengan tempat populer. Mari kita lihat bersama apakah tempat ini layak untuk disebut Surga Pesisir Jawa Tengah?

Pantai Menganti merupakan sebuah pantai yang berlokasi di Desa KarangduwurKecamatan AyahKabupaten KebumenJawa TengahPantai ini merupakan salah satu pantai terindah di Jawa Tengah. Pasir pantainya yang berwarna putih serta terdapat panorama perbukitan juga tebing karst yang indah. Bentang alam berupa perbukitan memang sedikit menyulitkan untuk mengakses pantai ini. Sebelum mencapai pantai melalui jalan yang berlika-liku, meski demikian pemandangan tetap menakjubkan. Pegunungan karst yang indah berbukit kerucut, dan laut yang sesekali terlihat saat diatas jalan yang merayapi bukit.

Kenapa tidak begitu populer? Karena dahulu tidak ada jalan untuk menuju puncak. Jalanan yang terjal dan sangat tinggi akan membahayakan orang yang melewatinya. Jadi sungguh sulit untuk orang mencapai puncaknya sehingga keindahannya pun tersembunyi. Sekitar tahun 2013 barulah warga sekitar membangun akses jalan untuk dapat mencapai puncak tertinggi. Meskipun jalannya amat berliku, tetapi di sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan pemandangan yang sangat memanjakan mata anda.

Satu objek yang perlu dikunjungi saat sampai di pantai Menganti adalah menara mercusuar dan Tanjung Karangbata. Letaknya di timur – tenggara pantai Menganti. Di Tanjung Karangbata yang rindang ini akan melihat luasnya Samudera Hindia dan sebuah pulau karang. Disini juga disediakan gubuk-gubuk untuk berteduh dari terik matahari. Dari Tanjung Karangbata juga terlihat pantai lainnya seperti Pantai Karangbata dan pantai Peacron di sebelah timur. Jika musim penghujan tiba, tebing-tebing sebelah barat Pantai Menganti dihiasi empat air terjun yang mengucur dari ketinggian lebih dari 30 meter. Perbukitan akan menghijau menambah indah pantai ini. Pantai Menganti termasuk satu-satunya pantai berpasir putih di Jawa Tengah. Deburan ombak Pantai Menganti bisa digunakan untuk bermain surfing.

Pantai ini berlokasi kurang lebih 35 Km dari Kota Gombong dan 42 Km dari Kota Kebumen. Pantai Menganti bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Belum ada transportasi umum yang bisa menuju Pantai Menganti, karena wilayah pantai ini masih sulit dijangkau karena lokasinya yang berada di balik perbukitan karst dan hutan kawasan Kedu selatan serta jalannya yang cukup curam dan berkelok.Jika dari Kota Kebumen atau Gombong ambilah rute menuju ke Pantai Karanbolong. Kemudian terus melaju ke barat ke arah Cilacap hingga menemukan Desa Karangduwur. Jika dari Jakarta, Anda bisa naik kereta api ke arah Jogja lalu turun di Stasiun Gombong atau Stasiun Kroya.

Bagaimana menurut anda?

インドネシアのお勧めスポット、Scenery, 未分類

Siapa yang tak kenal Bandung, kota sejuk yang menyajikan berbagai macam wisata alam yang mengagumkan. Berikut ini beberapa tempat mengagumkan yang berada di salah satu kota di Jawa Barat, bahkan keindahannya tak jarang juga dijadikan lokasi untuk foto prewedding dan lokasi syuting sejumlah film layar lebar dan sinetron indonesia.

1. Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung aktif di Bandung Utara, tepatnya di Cikole, Lembang, atau sekitar 20 km dari pusat kota Bandung. Letusan terakhir gunung ini tercatat pada tahun 2013 namun meski begitu, gunung ini masih relatif aman untuk dikunjungi. Beberapa tanda aktifnya gunung ini adalah adanya gas belerang dan juga sumber air panas yang mengalir di kaki gunung, misalnya di Ciater. Jika berkunjung ke gunung ini, Anda sangat disarankan membawa masker penutup mulut untuk menghindari bau gas belerang yang tajam.

Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2.084 di atas permukaan laut atau sekitar 6.873 kaki. Suhu di gunung ini adalah 17 derajat Celcius pada siang hari dan dapat mencapai 2 derajat Celcius pada malam hari. Karena suhunya yang dingin, pada saat berkunjung ke temat wisata ini jangan lupa untuk membawa sweater dan jaket Anda. Namun dibalik keindahannya tersimpan sebuah legenda yang melingkupi, yaitu cerita rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi, Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

2. Situ (Danau) Patenggang

Situ patenggang bandung memiliki legenda tersendiri. Nama situ patenggang disebutkan berasal dari kata pateang-teang ( saling mencari) . Seperti biasa, legenda ini bersangkut-paut dengan hubungan cinta . Disebutkan dua orang titisan dewa bernama raden Santang dan dewi rengganis yang terpisahkan sekian lama. Mereka pun kemudian saling mencari, dan akhirnya bertemu di tempat yang sekarang bernama batu cinta . Dewi Rengganis kemudian mengajukan permohonan untuk dibuatkan danau dan perahu untuk mereka berlayar. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.

Letak tempat wisata situ patenggang sendiri memang amat menarik. Terletak di dataran tinggi dan dikelilingi oleh perkebunan teh yang indah, rekan-rekan akan dimanjakan dengan hijaunya pemandangan yang masih alami mulai dari perjalanan sampai ke lokasi .

Terletak di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Patengan, Kec. Rancabali, Kab. Bandung, Jawa Barat.

3. Kawah Putih

Danau Kawah Putih (7.10 ° S 107.24 ° E) adalah salah satu dari dua kawah yang membentuk Gunung Patuha, gunung stratovolitik andesitik (gunung api “komposit”). Gunung Patuha adalah salah satu gunung berapi di Jawa. Danau kawah Putih sendiri merupakan sistem vulkanik yang relatif stabil tanpa catatan aktivitas yang signifikan sejak sekitar tahun 1600.

Danau tersebut dikatakan telah didokumentasikan pertama kali di dunia barat pada tahun 1837 oleh Dr Franz Wilhelm Junghuhn, seorang ahli botani Jerman yang melakukan penelitian yang cukup banyak di Indonesia sampai kematiannya di Lembang, tepat di sebelah utara Bandung, pada tahun 1864. Pada Waktu itu, ada berbagai cerita lokal tentang sejarah daerah. Setiap burung yang terbang melintas di sekitarnya pasti akan langsung mati. Akibatnya semua orang enggan untuk mendekatinya dan penduduk desa di daerah tersebut cenderung menganggap hutan di sekitar danau itu menakutkan dan misterius. Cerita-cerita ini mendorong Dr. Junghuhn untuk menyelidikinya. Ia menemukan Kawah Putih. Sebelumnya ada tambang belerang di kawah meskipun produksi sekarang telah berhenti. Tanaman belerang yang dikenal sebagai Zwavel Ontgining Kawah Putih pertama kali didirikan di dekat danau selama masa pemerintahan Belanda di Jawa. Pabrik tersebut kemudian diambil alih selama Perang Dunia II oleh militer Jepang dan dioperasikan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey. Titik masuk ke berbagai terowongan yang mewakili sisa-sisa kegiatan penambangan ini dapat dilihat di beberapa titik di sekitar lokasi saat ini. Lebih dari satu abad setelah Franz Wilhelm Junghuhn pertama kali menemukan danau tersebut, pada tahun 1991, perusahaan kehutanan milik negara Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten (mulai dari Unit Kehutanan No. III Jawa Barat dan Banten) mulai mengembangkan situs ini sebagai tempat wisata.
Tempat indah ini pernah menjadi lokasi syuting film layar lebar populer berjudul Heart.
Terletak di Jl. Raya Soreang, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.
4. Stone Garden Citatah

Terletak di Citatah, Padalarang, Gunungmasigit, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

5. Floating Market lembang

Floating Market Lembang menyajikan konsep wisata yang menggabungkan antara perpaduan alam lembang yang mempesona dengan pasar terapung tradisional seperti yang ada di bangkok thailand, sungai kuin banjarmasin dan langkat sumatra utara. setiap wisatawan dapat merasakan sensasi belanja diatas perahu yang terapung di danau seperti membeli makanan tradisional khas jawa barat, sayur mayur, ikan segar dan lain-lain.

Selain itu, Floating market lembang juga menyediakan berbagai macam permainan anak-anak dan dewasa seperti perahu air, kereta air dan outbond yang tentunya akan semakin menggairahkan anda berwisata. selain itu di floating market lembang juga terdapat miniatur kereta api yang bisa di beli dan dijadikan sebagai buah tangan untuk saudara dan kerabat dirumah.
Terletak di Jalan Grand Hotel No.33E, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
6. Farm House Lembang
 
Merupakan wahana wisata baru yang terdapat di lembang, berdiri dan dibuka sejak bulan Desember 2015 farmhouse lembang menjelma menjadi tempat wisata lembang yang paling diminati. Kondisi alam yang sejuk dan indah ditambah konsep wisata yang bertemakan eropa menjadikan farmhouse lembang wisata nusantara namun bercitarasakan eropa.
Taman bunga berornamen Eropa yang cantik dan indah di yang dipadukan dengan bangunan klasik yang estetik.
Rumah Hobbit di farmhouse lembang memang di desain mirip dengan yang ada di film, wisatawan harus membungkukan badan jika ingin masuk kerumah hobbit karena sesuai dalam film rumah ini sangat mungil.
 
Selain seru Farmhouse lembang juga sungguh merupakan tempat yang romantis, bagi anda wisatawan muda dan mudi yang ingin mengabadikan perasaan cinta anda bersama pasangan anda dengan cara di gembok cinta layaknya di jembatan Pont des Arts Perancis, farmhouse lembang menyediakan sarana tersebut. Tentunya suasana prancis dan romatis akan kental terasa kita anda dan kekasih anda melakukan gembok cinta di spot yang ada di farmhouse lembang ini.

Terletak di Jln. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

7. Tebing Keraton

Merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari Tebing Keraton dapat menikmati pemandangan spektakuler. Bukan lampu kota, melainkan hutan!

Tebing Karaton ini ada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Sehingga dari atas tebing ini, anda bisa menyaksikan hijaunya pemandangan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang menghampar luas sepanjang mata memandang. Pemandangan ini pun akan bertambah indah, jika anda datang sebelum matahari terbit atau kira-kira jam 6 pagi. Pada saat itu, anda bisa menikmati suasana kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal. Ditambah dengan keindahan matahari terbit di balik bukit yang ada di sebelah timur.

Lokasi ini amat cocok untuk mengabadikan kenangan terpending yang hanya satu kali dalam hidup.

Terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat.

8. Taman Bunga Begonia Lembang

Kebun Begonia merupakan sebuah tempat yang menjual aneka jenis tanaman bunga untuk taman di Bandung. Selain itu Kebun Begonia juga didirikan dengan tujuan khusus sebagai tempat pembudidayaan dan memperkaya Florikultura indonesia.

Pilihan bunganya sangat beraneka ragam dan warna bunganya juga bisa disesuaikan dengan pilihan dan selera masing-masing.

Taman Bunga Begonia ini lokasinya berada di ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan air laut.

Terletak di Jln Raya Maribaya No.120 A, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

9. Puncak Bintang Bandung

Disebut juga Bukit Bintang Bandung terletak diketinggian 1442M di atas permukaan laut ini termasuk tempat wisata yang terbilang relatif baru. Lokasinya berada di puncak bukit, tidak jauh dari bukit Moko. Tidak heran tempat ini sering disebut juga Puncang Bintang Bukit Moko.

Dari atas puncak bukit pemandangan cahaya lampu kota Bandung terlihat berkilauan seperti bintang. Oleh karena itu tempat ini disebut Bukit Bintang.

Terletak di Kampung Buntis Bongkor, Kecamatan Cimenyan, Bandung.

10. Wot Batu Bandung

Wot Batu adalah sebuah tempat yang berisikan karya-karya dan imajinasi seorang seniman yang sudah tidak asing lagi, Sunaryo. Karya nya ini disalurkan dengan membuat galeri yang berisikan batu.

Wot Batu diartikan sebagai jembatan batu yang dimaksudkan sebagai jembatan spiritual manusia.

Terletak di Bukit Pakar Timur, Desa Ciburial, Bandung.

未分類

 

LEGENDA SANGKURIANG DAN DAYANG SUMBI

Seperti kebanyakan gunung Indonesia yang memiliki cerita rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi, Gunung Tangkuban Perahu juga memiliki sebuah cerita yang dipercaya sebagai asal usul terbentuknya gunung ini. Cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi tentunya sudah tak asing bagi sebagian besar orang.

Diceritakan pada zaman dahulu kala, hidup seorang perempuan yang cantik jelita bernama Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi sudah diketahui oleh banyak orang. Dayang Sumbi hidup berdua dengan anaknya yang bernama Sangkuriang di sebuah hutan belantara. Dayang Sumbi sangat menyayangi Sangkuriang dan mereka hidup bahagia bersama seekor anjing kesayangannya, si Tumang, yang sebenarnya adalah ayah dari Sangkuriang.

Suatu hari, Sangkuriang membuat sebuah kesalahan. Sangkuriang pergi berburu rusa bersama si Tumang. Sampai sore hari, Sangkuriang tidak mendapatkan rusa seekor pun. Sangkuriang takut akan mengecewakan ibunya. Akhirnya, ia memutuskan untuk membunuh si Tumang dan membawa dagingnya pulang ke rumah.

Di rumah, Dayang Sumbi segera memasak daging yang dibawa anaknya pulang. Setelah makan, barulah ia menyadari ketidakberadaan si Tumang. Sangkuriang akhirnya mengaku bahwa daging yang mereka makan adalah si Tumang. Dayang Sumbi luar biasa marah pada Sangkuriang. Ia melemparkan sebuah batu sampai mengenai kepala anaknya dan mengusirnya pergi.

Dayang Sumbi kemudian menyesal telah mengusir anak kesayangannya. Kemudian ia berdoa agar diberi umur yang panjang dan awet muda agar bisa bertemu dengan anaknya kembali. Setelah beberapa tahun, mereka berdua bertemu kembali. Dayang Sumbi masih muda dan semakin cantik, sedangkan Sangkuriang telah tumbuh dewasa dan tampan. Singkat cerita, mereka berdua jatuh cinta.

Pada suatu hari, Sangkuriang mengatakan ingin menikahi Dayang Sumbi. Di saat yang sama, perempuan itu melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa ia adalah anaknya yang telah lama pergi. Dayang Sumbi kemudian mencari cara agar mereka tak jadi menikah.

Setelah meminta petunjuk, Dayang Sumbi kemudian mengajukan syarat pada Sangkuriang. Pemuda itu harus bisa membuat danau dan perahu dalam semalam agar keesokan harinya mereka bisa berkeliling danau berdua.

Menjelang pagi, danau dan perahu yang dibuat Sangkuriang hampir selesai, Dayang Sumbi pun khawatir dan berdoa agar matahari segera terbit. Doanya terkabul, matahari terbit dan Sangkuriang belum berhasil menyelesaikan perahunya. Karena marah, Sangkuriang lantas menendang perahu setengah jadi tersebut ke tengah danau. Perahu mendarat dalam posisi terbalik. Perahu itulah yang kemudian disebut sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

Jika dilihat dari kejauhan, memang gunung tersebut terlihat seperti perahu (kapal yang terbuat dari kayu).