アンネの小説 Novel, 未分類

“Paman, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Sebenarnya aku dan Selena… setelah kami dewasa hubungan kami sedikit rumit. Kemarin akhirnya kami bertemu di tempat dan waktu yang telah kita janjikan dari beberapa tahun yang lalu. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari bersama. Tapi tadi pagi aku mendapat kabar dari ayah kalau Selena mengalami kejadian buruk dan dia terbaring di rumah sakit. Tentu aku tidak percaya karena jelas-jelas kemarin malam Selena masih baik-baik saja. Tapi mereka bilang Selena koma sejak kemarin siang. Yang benar saja kemarin seharian kami bersama. Setiap aku menceritakan ini tidak ada orang yang mempercayaiku. Mbok tijah dirumah berkata kalau kemarin aku pulang sendiri, pelayan di café pun yang menyajikan makanan untuk kami berkata bahwa aku datang seorang diri kesana. Semua orang menganggapku tidak masuk akal. Tapi bersumpah apa yang aku ceritakan adalah apa yang aku alami”. Dengan wajah tanpa harapan Nico menceritakan semua yang dia rasakan saat ini.

“Apa yang mereka katakan adalah apa yang mereka rasakan, dan apa yang kamu katakan adalah apa yang kamu rasakan. Apa yang kamu yakini adalah apa yang kamu alami. Jadi tidak usah perdulikan.” Jelas paman Chris pada Nico. “Paman tidak menganggapku tak masuk akal?”. Balas Nico. “Tuhan memberi mujizat yang berbeda-beda pada manusia. Dan setiap keajaiban terbentuk dari keinginan hati yang terdalam. Tuhan melihat hati setiap manusia. Karena paman pun mendapat keajaiban yang sama denganmu.” Tambahnya. “Maksud paman?”. Tidak mengerti apa yang dibicarakan, Nico bertanya. “Paman mengalami keajaiban yang sama denganmu”.