アンネのマイブーム Love, Life and Relationship, アンネの小説 Novel

 

“Senja kala itu berwarna jingga.. Dan kusadari telah lama menyimpan rindu padanya. Rindu yang tak bisa terucap oleh kata adalah hal yang paling menyesakkan.”

“Satu buket berisi 9 tangkai mawar putih total menjadi Rp. 535.000.” Ucap kasir di toko bunga La Vie En Rose. “Pakai debit ya?”. Ucap Nico sembari memberikan kartu debitnya. “Silahkan, terimakasih ditunggu kunjungannya kembali.” Ucap kasir dengan memberikan kembali kartu debit Nico serta memberikan salam.

“Maaf”. Ucap Nico ketika menabrak gadis muda yang membawa troli berisikan bermacam-macam bunga. “Ohh… Anda yang datang dengan gadis itu tempo hari?”. Gadis itu melemparkan pertanyaan yang membuat Nico bingung. “Maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya?”. Nico membalasnya dengan pertanyaan. “Aku bekerja di Café Latte-Choco yang menyajikan makanan untukmu dan gadis itu.” Gadis berbaju biru ini mencoba mengingatkan Nico. “Baiklah aku ingat. Tapi tunggu… tadi kau bilang ‘gadis itu’? Bukannya saat aku datang kembali ke sana kau bilang aku datang seorang diri?”. Ingatan Nico terbuka. “Aku minta maaf, di tempat itu ada yg bersikeras melarangku untuk mencampuri urusan seperti ini. Tapi jujur hari itu anda datang dengan seorang gadis berambut coklat panjang terurai”. Ucapnya. “Terimakasih telah mengatakannya sekarang”. Ucap Nico dan melangkah membelakangi gadis ini. “Tunggu! Ada yang ingin aku sampaikan”.