NOSTALGIC DIARY Bab IV: Senja (Part: 2)

“Selena, aku harap kau belum bosan dengan mawar putih.” Ucap Nico yang meletakan mawar di meja kiri ranjang rumah sakit. “Nico, pagi sekali kamu datang”. Sapa mama. “Pagi tante, bagaimana kondisi Selena?”. Tanya Nico. “Dia masih tertidur pulas. Jika dia bangun dia akan senang melihat mawar putih disampinya. Kamu tidak bekerja?”. Ucap mama. “Setelah ini aku langsung pergi ke kantor. Tante sudah makan?”. Tanya dia. “Akhir-akhir ini tante tidak punya selera makan”. Jawab mama. “Aku membawa ini untuk tante, bubur 3 dua rasa. Kali ini aku yakin selera makan tante sedikit kembali”.  Ucapnya sambil memberikan bingkisan plastic berwarna coklat. “Terimakasih, kamu tahu ini kesukaan tante”. Ucap mama. “Dan tante pasti tahu siapa yang memberitahukannya padaku”. Balas Nico. “Anak ini ternyata banyak membicarakanku dibelakang”. Ucap mama dengan mengusap bagian kanan kepalaku. Maksudku diriku yang sedang terbaring. “Nak, ini sudah siang kau pasti akannterlambat”. Ucapnya pada Nico. “Iya, memang sudah terlambat. Kalau begitu aku pergi dulu. Ahh iya tante, jika tante kerepotan tolong hubungi aku. Aku juga bisa bergantian menjaga Selena disini”. Ucap Nico. “Terimakasih nak, berhati-hatilah kamu di jalan”. Balas mama sembari melambaikan tangan pada Nico.

スポンサーリンク