NOSTALGIC DIARY Bab IV: Senja (Part: 4)

“Enaknya kemana ya? Game Center atau karaoke”. Ucap Stefan yang sedang memikirkan tempat nongkrong sehabis kerja. “Karaoke! Diva aja yang murah”. Ucap Stephanie. “Master Piece!”. Ucap Anastasia yang sedang berebut menentukan tempat karaoke. “Ikut Nick?”. Tanya Stefan ketika melihat temannya hendak meninggalkan meja. “Aku lain kali aja”. Jawab Nico. “Ayolah Nick! Memang mau kemana?”. Ucap Anastasia yang sedang membujuk Nico. “Aku mau kerumah sakit”. Jawab Nico dengan wajah datar. “Siapa yang sakit?”. Tanya Stephanie. “Nick jangan bilang dia….?”. Tanya Stefan yang sudah berpikir jika dia mengetahui siapa yang berada dirumah sakit. “Iya, makanya aku gak bisa ikut dengan kalian. Aku pergi duluan y, bye semuanya!”. Jawab Nico yang segera bergegas meninggalkan kantor. “Okelah bye Nick”. Ucap Stefan. “Bye”. Ucap Stephanie. “Tunggu Nick, kamu yakin baik-baik aja pergi sendiri”. Ucap Anastasia yang menghentikan Nico. “Iya, jangan cemas”. Jawab Nico singkat. “Baiklah hati-hati dijalan”. Ucapnya lagi. Kemudian Nico melambaikan tangan sebagai symbol selamat tinggal pada rekan-rekannya. “Stefan, siapa?”. Tanya Stephanie pada Stefan. “Siapa apa?”. Stefan balik bertanya. “Yang dirumah sakit!”. Jawab Anastasia yang penasaran. Karena memang ia memendam rasa suka pada Nico. “Entahlah, aku juga gak begitu paham”. Jawab Stefan yang masih belum mengerti apa yang terjadi pada sahabatnya.

スポンサーリンク