アンネの小説 Novel, 未分類

“Warna jingga pada senja bukan tercipta tanpa alasan. Warna jingga tersebut…” Nico mengingat perkataan gadis caffe yang dia temui ditoko bunga. “Apa sebaiknya aku dengarkan dia sampai selesai? Tapi apa maksudnya dia mengatakan warna senja padaku?”. Nico tidak bisa berhenti memikirkan apa maksud dari perkataan tersebut. “Nick!” Stefan berhasil mengagetkan Nico. “Kaget? Melamun jorok ya?”. Goda Stefan pada Nico. “Apa sih? Aku tidak pernah melakukan hobimu”. Jawab Nico. “Ternyata kau sering mengamatiku ya?! Haha. Ngomong-ngomong kau baik-baik saja?”. Tanya Stefan pada Nico. “Memangnya aku terlihat tidak baik-baik saja?”. Ucap Nico. “Kondisimu sekarang sepertinya lebih buruk dari saat kau ditinggal Miss S keluar negeri dick! Hahaha”. Stefan memang hobi melemparkan candaan pedas pada sahabatnya, namun terjadang candaan yang ia lemparkan pada Nico justru mampu memecahkan kegundahannya sesaat. “Makan ini kertas!”. Ucap Nico sembari memberikan pekerjaan pada sahabatnya yang sering bertingkah konyol. “Oh tidaaak, kau tidak balas dendam kan? Ahh nanti aku tidak bisa pergi berkencan kalau seperti ini. Malang sekali nasibku, tapi nasibmu lebih malang dariku!” Ucap Stefan shock ketika sabahatnya meletakkan segunung dokumen dimejanya. “Diam kau, selamat menikmati!”. Ucap Nico bercanda namun tetap dengan wajah datarnya. “Tapi serius Nick, aku ingin Tanya sesuatu. Apa benar yang kau jenguk kemarin adalah si Miss S?”. Tanya Stefan pada Nico. “Kalau bukan dia siapa lagi?”. Jawab Nico. “Bagaimana ceritanya? Bukanlah kali ini kau bisa bertemu dengan dia dan menghabiskan malam berdua, ditemani cahaya lilin dan ugh mungkin harus kusensor”. Goda Stefan. “Tidak seperti yang kau kira, bersihkan dulu otakmu!”. Jawab Nico. “Terus bagaimana kronologinya sampai-sampai dia masuk rumah sakit. Apa karena permainanmu terlalu kasar Nick? Tak pernah kusangka.” Stefan menggoda lagi. “Mau makan kertas lebih banyak?”. Balas Nico sambil memegang tumpukan kertas. “Hahahha… Setidaknya jangan bikin sahabatmu mati konyol karena penasaran”. Ucap Stefan yang sebenarnya khawatir karena tidak mengetahui apa-apa. “Lebih baik kuceritakan saat makan nanti”. Ucap Nico. “Ini sedang makan kan? Makan kertas.”. Jawab Stefan. Nico hanya membalas dengan pandangan sadis. Stefanpun tertawa melihat ekspresi kawannya.

アンネの小説 Novel, 未分類

“Aku harus selalu menjaganya. Aku terkadang berpikir, mungkin jika Selena tidak datang menemuiku maka sekarang dia masih baik-baik saja. Bukan terbaring seperti ini. Maafkan aku tante, akulah penyebabnya”. Ucap Nico dengan isakan kecil. “Terkadang tante pun berpikir jika dia tidak pergi maka dia tidak seperti ini. Namun dia sangat ingin bertemu denganmu. Sejak dia kembali kaulah orang pertama yang dia cari. Ini yang dia inginkan sejak lama. Tapi tante bahagia dia bisa menemuimu dengan cara yang tidak kita ketahui”. Ungkap mama sambil memegang pundak kiri Nico. “Jadi tante percaya padaku?”. Tanya Nico. “Memang sulit untuk percayai hal seperti itu. Tapi jika itu kamu yang mengatakan, akupun ingin Selena menemuiku dengan cara yang sama nak”. Ungkap mama seraya mengusap kepalaku. Kepala diriku yang sedang tertidur atau lebih tepatnya dalam keadaan antara hidup dan mati. Air matanya menetes perlahan.

Apa ini? Ekspresi seperti ini, raut wajah mereka benar-benar membuatku tak tahan. Aku sangat benci rumah sakit. Apa aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa? “Cliff… Cliff! Jawab aku, aku yakin kau bisa mendengarnya. Cliff, aku tidak bisa berdiam diri saja menyaksikan ini. Cliff aku mohon”. Teriakku dengan tangisan. Seberkas cahaya putih menyilaukan pandangan mataku. Terdengar suara bergema. “Senja yang berwarna jingga tidak tercipta tanpa alasan”.

未分類

Nico duduk disebelah kanan ranjang rumah sakit. Dia memegang tangan kananku dan terus menatap wajahku. Jika aku terbangun apakah ia akan tetap memegang tanganku seperti ini? Dia terus melakukannya dengan perlahan berucap pada diriku yang terbaring. “Aku tidak tahu kapan kau akan terbangun, tapi aku berjanji aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun itu. Aku mungkin tak akan menanyakan lagi perasaanmu padaku, karena kupikir itu akan membuatmu tak nyaman padaku. Bagaimanapun itu aku akan tetap disisimu, meskipun kau masih tertidur aku akan tetap datang dan menunggumu disini. Jika kau membuka mata dan orang yang pertama kali kau lihat adalah aku, aku sangat bahagia. Untuk saat ini itulah yang paling aku harapkan darimu.” Air mata Nico menetes di tanganku. Andai aku bisa menghapus air matanya. Jika saja aku bisa terhubung dengannya. Aku harus bisa melakukan sesuatu. “Cliff.. Cliff”. Teriakanku memanggil si malaikat namun tidak ada jawaban. Aku mencoba menyentuh pundak Nico, namun rasanya hanya seperti menyentuh udara yang tak dapat terpegang. Bagaimana bisa hari itu aku dapat berinteraksi dengannya seperti layaknya sesama manusia?.

“Nico, tante membawakan makanan. Kamu belum makan kan?”. Mama datang dengan membawa makanan ditangan kanannya. “Tidak apa-apa, apa tante sudah makan?”. Ucap Nico. “Akhir-akhir ini tante tidak nafsu makan. Rasanya seperti rasa makanan sudah tidak seenak dulu lagi. Kamu beristirahatlah, Sepulang kerja kamu langsung kesini kan? Belum beristirahat sedikitpun”. Ucap Mama yang khawatir pada Nico. “Aku harus selalu menjaganya. Aku terkadang berpikir, mungkin jika Selena tidak datang menemuiku maka sekarang dia masih baik-baik saja. Bukan terbaring seperti ini. Maafkan aku tante, akulah penyebabnya”. Ucap Nico dengan isakan kecil.

Jakarta Now, グルメ日記、Culinary, 未分類

Instagram: irish.mp4

Kokonut & Curtains by Wakimukudo, yup itulah namanya. Cafe super hijau ini memiliki udara yang sangat sejuk. Pepohonan hijau rindang yang tertata indah serta pemandangan danau akan membuatmu lupa sedang berada di Jakarta.

Dibuat oleh kelompok di Finlandia yang dikenal sebagai Wakimukudō. Dengan dominasi warna serba putih, Wakimukudo memilih gaya rustic-tropical untuk interiornya.

Untuk variasi makanan tersedia menu Western (Finlandia), Asian Food dan bahkan Indonesian dan perpaduan.

Masih dalam satu lokasi, jika kamu mengunjungi Restoran Pulau Dua maka kamu serasa mengunjungi pedesaan. Uniknya nama-nama letak meja diberi nama sesuai nama kota yang berada di Bali.

Meskipun kita tidak bisa memilih sendiri binatang laut mana yang akan dimasak, namun disini tetap menyajikan makanan laut yang segar. Menu olahan yang disediakan mulai western, asian, hingga cita rasa lokal.

Pemandangan luasnya danau dapat kamu nikmati dari jarak yang dekat. Namun tetap waspada karena tidak ada lifeguard khusus disini.

Lokasi:

Komplek Taman Ria Senayan, Jl. Gatot Subroto, RT.1/RW.3, Gelora, Jakarta Pusat.
Berada di dalam Restauran Pulau Dua.

Jakarta Now, アンネのマイブーム Love, Life and Relationship, グルメ日記、Culinary, 未分類

Instagram: irish.mp4

 

Kalian yang gemar berfoto untuk mengisi koleksi foto di Instagram atau hanya sekedar hobi mengunjungi cafe cantik untuk mengobrol dengan teman, maka ini adalah tempat yang cocok. 

Dari kue ulang tahun, macaroon dan berbagai macam makanan serta minuman manis yang dikemas imut disajikan disini.

Bukan hanya menyuguhkan berbagai macam kue yang enak dan cantik, tetapi kamu akan dibuat gemas dengan dekorasi tempat yang sangat imut.

Bisa kalian jumpai di berbagai mall di jakarta atau mereka juga memiliki cafe khusus yang berada di senopati. Bila kasian ingin melakukan photoshoot ditempat ini, sarang saya lebih baik kalian kunjungi cafe khusus yang berada di Senopati.

Meskipun semua dekorasinya sama, namun jika kalian ingin background yang sempurna tanpa diganggu orang yang lewat maka kunjungilah cafe khususnya. Dijamin foto kalian akan sempurna tanpa gangguan orang lewat.

Lokasi Colette & Lola di Jakarta:

  1. Colette & Lola, Cafe Senopati
    Jalan Senopati Raya No.64, RT.6/RW.3, Selong, Kebayoran Baru, RT.6/RW.3, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.
  2.  Colette & Lola, Grand Indonesia Mall – 3rd floor
    Jl. M.H. Thamrin No.1, Kb. Melati, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat.
  3. Colette & Lola, Puri Indah Mall – Ground Floor
    Jl. Puri Agung, RT.1/RW.2, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.