アンネの小説 Novel, 未分類

“Sedang ngobrol apa sih? Ikutan dong!”. Ucap Stephanie yang menghampiri meja di sudut pojok ruang makan karyawan dimana Stefan dan Nico duduk. “Jadi kalian ingin tahu seberapa besar ukuran milik pria tampan didepanku ini?”. Jawab Stefan. “Dasar otak udang! Ayok cari tempat lain, jangan makan dengan mereka”. Ucap Stephanie dan menarik tangan Anastasia untuk mencari tempat lain. “Kenapa sih kau bisa pacaran dengan dia?”. Ucap Anastasia pada Stephanie. “Pertanyaanmu menyakitkan sekali, Anastasia”. Teriak Stefan. “Gak perduli”. Ucap kedua gadis itu bersamaan. “Otak kotormu terkadang bisa berguna”. Ucap Nico pada sahabatnya yang memang tidak memiliki sensor mulut. “Meskipun aku sendiri juga jijik. Tapi efektif kan untuk mengusir mereka?. Ngomong-ngomong mulailah bercerita”. Jawabnya. “Harus mulai dari mana ya?”. Bukan malah menceritakan ia melontarkan pertanyaan. “Dari awal saja mungkin. Kau tahu sendiri kan kadar kecerdasan sahabatmu ini kurang dari 50% kecerdasan lumba-lumba!”. Ucap Stefan.