MY SWEETEST EXPERIMENT Bab I: Hopeless (Part 2)

“Kau ingat pria tadi?.” Tanya Monika padaku ketika kami telah meninggalkan ruang makan. “Pria yang mana?.” Tanyaku. “Saat kita makan.” Jawabnya. “Oh dia, aku ingat tapi aku gak pernah lihat dia. Kenapa?.” Jawabku. “Serius gak tau? Dia orang dari departemen kantor cabang yang dipindahkan ke tempat kita.” Ucap nya. “Pantas aku gak pernah melihat dia.” Ucapku. “Saat kau mengambil cuti 3 hari yang lalu, saat itu juga mereka dipindahkan kemari. Tapi dalam waktu sesingkat itu pria tadi sudah menjadi perbincangan wanita-wanita amazon.” Ucapnya. Amazon adalah sebutan kami untuk departemen yang beranggota hanya wanita, padahal ini termasuk departemen Monika. “Tapi kulihat sepertinya dia orang yang sangat cuek dan pendiam. Atau mungkin hanya perasaanku saja?” Jawabku. “Memang, aku melihatnya pun seperti itu. Wajahnya lumayan, tapi dia cuek sekali dan sangat dingin. Sama sekali bukan tipeku.” Ucap nya. “Kalau dipandanganmu bagaimana?.” Tambahnya. “Ya seperti itu, cuek, pendiam dan dingin.” Jawabku.

“Bukan itu Irene! Maksudku apa kau ada ketertarikan seperti para wanita amazon?.” Ucap nya. “Aku biasa saja. Tidak berpendapat kalau dia tampan, jelek pun tidak. Biasa saja tidak membuatku tertarik atau terpikat.” Jawabku. “Kamu memang tipe wanita yang tidak bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun bertemu dengan jenis-jenis yang kau suka.” Ucapnya. “Jenis yang ku suka?.” Tanyaku. “Cowok yang dingin pada semua wanita tetapi hanya hangat padamu.” Jawabnya dengan menggodaku. “Belum tau jika nanti dia menunjukkan kehangatannya padaku.” Jawabku dan kami tertawa bersama.

スポンサーリンク