Jakarta Now, グルメ日記、Culinary, 未分類

Instagram: irish.mp4

Kokonut & Curtains by Wakimukudo, yup itulah namanya. Cafe super hijau ini memiliki udara yang sangat sejuk. Pepohonan hijau rindang yang tertata indah serta pemandangan danau akan membuatmu lupa sedang berada di Jakarta.

Dibuat oleh kelompok di Finlandia yang dikenal sebagai Wakimukudō. Dengan dominasi warna serba putih, Wakimukudo memilih gaya rustic-tropical untuk interiornya.

Untuk variasi makanan tersedia menu Western (Finlandia), Asian Food dan bahkan Indonesian dan perpaduan.

Masih dalam satu lokasi, jika kamu mengunjungi Restoran Pulau Dua maka kamu serasa mengunjungi pedesaan. Uniknya nama-nama letak meja diberi nama sesuai nama kota yang berada di Bali.

Meskipun kita tidak bisa memilih sendiri binatang laut mana yang akan dimasak, namun disini tetap menyajikan makanan laut yang segar. Menu olahan yang disediakan mulai western, asian, hingga cita rasa lokal.

Pemandangan luasnya danau dapat kamu nikmati dari jarak yang dekat. Namun tetap waspada karena tidak ada lifeguard khusus disini.

Lokasi:

Komplek Taman Ria Senayan, Jl. Gatot Subroto, RT.1/RW.3, Gelora, Jakarta Pusat.
Berada di dalam Restauran Pulau Dua.

Jakarta Now, アンネのマイブーム Love, Life and Relationship, グルメ日記、Culinary, 未分類

Instagram: irish.mp4

 

Kalian yang gemar berfoto untuk mengisi koleksi foto di Instagram atau hanya sekedar hobi mengunjungi cafe cantik untuk mengobrol dengan teman, maka ini adalah tempat yang cocok. 

Dari kue ulang tahun, macaroon dan berbagai macam makanan serta minuman manis yang dikemas imut disajikan disini.

Bukan hanya menyuguhkan berbagai macam kue yang enak dan cantik, tetapi kamu akan dibuat gemas dengan dekorasi tempat yang sangat imut.

Bisa kalian jumpai di berbagai mall di jakarta atau mereka juga memiliki cafe khusus yang berada di senopati. Bila kasian ingin melakukan photoshoot ditempat ini, sarang saya lebih baik kalian kunjungi cafe khusus yang berada di Senopati.

Meskipun semua dekorasinya sama, namun jika kalian ingin background yang sempurna tanpa diganggu orang yang lewat maka kunjungilah cafe khususnya. Dijamin foto kalian akan sempurna tanpa gangguan orang lewat.

Lokasi Colette & Lola di Jakarta:

  1. Colette & Lola, Cafe Senopati
    Jalan Senopati Raya No.64, RT.6/RW.3, Selong, Kebayoran Baru, RT.6/RW.3, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.
  2.  Colette & Lola, Grand Indonesia Mall – 3rd floor
    Jl. M.H. Thamrin No.1, Kb. Melati, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat.
  3. Colette & Lola, Puri Indah Mall – Ground Floor
    Jl. Puri Agung, RT.1/RW.2, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

アンネのマイブーム Love, Life and Relationship, グルメ日記、Culinary, 未分類

Tempat hangout yang mengusung tema “the attic” ini cocok untuk kalian yang menyukai kehijauan yang rindang. Meskipun terletak ditengah pusat kota, namun suasana di cafe ini menyejukkan mata.

Tak perlu kuatir dengan atap yang terbuat dari kaca. Meskipun begitu, kalian tidak akan merasa kepanasan disini. Terdapat pula tempat duduk di luar ruangan bebas, sehingga cocok untuk menyaksikan matahari terbenam.

Lokasi:

SCBD, Jln. Jendral Sudirman No.55, Senayan, Kebayoran Baru,Kota Jakarta Selatan.

Buka:

  • Senin – Kamis (4pm – 1am WIB)
  • Jumat- Sabtu (4pm – 3am WIB)
  • Minggu (4pm – 1am WIB)
Instagram: irish.mp4 / Indoor
Instagram: irish.mp4 / Outdoor

Dalam ruangan ataupun di luar ruangan, keduanya sangat bagus untuk menjadi latar belakang foto indahmu.

 

Lain Lain, グルメ日記、Culinary, 未分類

Ottoman’s Coffee terletak di daerah Jakarta Selatan. Mengusung gaya retro dengan tiga warna pastel yaitu pink, biru dan tosca yang membuatnya instagenic.

Tidak hanya menampilkan warna yang cantik, ornamen yang menempel hingga pengaturan lampu di sini tertata sempurna.

 

Bagaimana dengan makanannya? Bukan hanya menyajikan rasa yang nikmat, tapi menyajikan pula rupa yang indah. Sehingga cocok untuk mengisi foto instagram kalian.

Keindahan tidak berhenti disitu saja, bagi kalian pecinta kopi disini menyajikan kopi yang enak dengan lukisan yang ingin kalian abadikan gambarnya.

Lokasi:

Berada di area Mega Kuningan, atau lebih tepatnya berada di Sopo Del Tower Ground Floor Unit 01-02 Jl. Mega Kuningan Barat III Lot 10, Kuningan, Kuningan Timur, Kota Jakarta Selatan.

Buka:

  • Setiap hari
  • Pukul 7am – 7pm WIB

Keindahan tembok pink yang seperti mengusung tema La Vie en Rose adalah letak kesukaan para wanita untuk berfoto atau sekedar duduk berbicara dengan teman.

Wisata, アンネのマイブーム Love, Life and Relationship, インドネシアのお勧めスポット、Scenery, グルメ日記、Culinary, 未分類

Dago adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Berada 5 km arah utara dari pusat kota Bandung dengan ketinggian 690-730 Dpl. Dago, dagoan berasal dari bahasa sunda yang artinya “menunggu”.

Kawasan Dago bisa dikatakan salah satu magnet wisatawan di Bandung. Daerah Dago Bandung (tepatnya Dago atas) lebih dikenal dengan cafe-cafe yang unik, dan suguhan pemandangan kota Bandung dari ketinggian yang memukau.

Jika kamu baru pertama kali pergi ke Bandung, jangan bingung! Dago bisa menjadi tempat tujuan kalian. Karena kalian tidak akan bingung untuk mencari hotel, cafe, restoran, minimarket ataupun hotel. Di sepanjang jalan Ir. Juanda, kalian akan menemukan semua yang kalian butuhkan. Jangan takut bosan, karena kawasan ini adalah surganya.

Mari lihat bersama beberapa tempat tersebut!

Hotel 

The Valley Hotel & Resort

Beralamat di Jl. Lembah Pakar Timur No. 28, Dago Pakar, Ciburial, Cimenyan, Ciburial, Cimenyan, Bandung. Tak usah diragukan lagi, tempat ini sangat direkomendasikan karena keindahannya.

Disini juga terdapat cafe rooftop, Orofi. Terdapat banyak sudut untuk pengambilan foto yang bagus.

The Silk At Dago

Beralamat di Jl. Ir. H.Djuanda No.392 – 394, Dago, Coblong, Kota Bandung. Tepat di bawah hotel ini terdapat cafe yang indah yaitu Dago Keuken.

Geulis Boutique Hotel & Cafe

Nama geulis dari bahasa sunda (bahasa asli bandung) memiliki arti cantik. Beralamat di Jl. Ir. H.Djuanda No.129, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung. Dan letak hotel klasik ini sangat trategis, dekat dengan butik, rumah sakit dan beberapa cafe.

Restaurant or Cafe

Vitamin Sea

Restoran seafood dengan nuansa indah ini beralamat di Dago Pakar, Jl. Raya Golf Dago No.1, Dago, Coblong, Kota Bandung.

The Stone Cafe

Beralamat di Dago, Coblong, Jalan Raya Ranca Kendal Luhur No.5, Ciburial, Cimenyan, Bandung. Disini menyajikan berbagai macam menu dari lokal hingga western.

The valley bistro cafe

Beralamat di Jl. Lembah Pakar Timur No. 28, Dago Pakar, Ciburial, Cimenyan, Ciburial, Cimenyan, Bandung. Bukan hanya menyajikan makanan dengan cita rasa yang nikmat, namun di suguhkan pemandangan khas pegunungan yang luar biasa.

Lafee Creative Food & Lounge

Beralamat di Jl. Ir. H.Djuanda No.106, Lebakgede, Coblong, Dago, Kota Bandung. Bersebelahan dengan butik Seximo. Bar yang buka hingga 3 AM ini menyajikan berbagai makanan dari western hingga asia. Jika anda menyukai fusion food, maka disinilah tempatnya.

Fashion

Seximo Boutique Coutour

Beralamat di Jl. Ir. H.Djuanda No.106, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung. Menyajikan berbagai macam kebutuhan fashion premium dari sepatu, aksesoris hingga baju-baju yang cantik dan mewah. Bukan hanya menjual barang cantik, tapi tempat di dekorasi dengan sangat indah dan megah.

House Of Donatello

Beralamat di Jl. Ir. H.Djuanda No.104, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung. Menyajikan aneka sepatu wanita hingga pria.

Factory Outlet Bandung

Tetaplah berjalan di Jl. Ir. H.Djuanda anda akan menemukan banyak sekali factory outlet yang menjual pakaian cantik dengan harga terjangkau. Dan tetaplah berada di jalan ini maka anda akan menemukan outlet sepatu-sepatu keren seperti Nike, Adidas dan Puma.

Bukan hanya hotel, rumah sakit, Gereja, pom bensin, restauran, cafe tapi butik dan supermarket serta minimarket ada di Jl. Ir. H.Djuanda. Jadi jalan ini adalah Little Heaven.

Lain Lain, グルメ日記、Culinary

 

Bagaimana kopi diproses dan diolah setelah panen akan memengaruhi bahkan bisa memberikan efek kepada hasil akhir kopi yang diseduh.

Pada dasarnya, struktur buah kopi (coffee cherryterdiri dari pericarp (kulit daging terluar) dan biji kopi. Pericarp sendiri terdiri lagi dari beberapa lapisan seperti kulit, daging kulit, layer getah (yang biasanya terdiri dari gula alami dan semacam kandungan alkohol) dan perkamen. Lapisan pericarp adalah yang paling sering dibersihkan, namun lapisan ini juga berpengaruh dalam menambah rasa pada kopi.

Setelah dipanen, buah-buah kopi yang dipetik kemudian dibawa ke tempat pengolahan/penggilingan untuk memisahkan biji dengan kulit dagingnya. Biji inilah yang kemudian akan dikeringkan agar tetap aman disimpan sebelum dijual ke pasar. Idealnya, kopi memiliki tingkat kelembaban alami sekitar 60%, namun ia dikeringkan sampai kelembabannya hanya berkisar sekitar 11-12 % saja. Tujuannya supaya biji kopi itu tidak terlalu lembab lalu membusuk ketika “menunggu” dijual.

Setelah dipetik, ceri kopi akan segera diolah. Proses pengolahannya pun bermacam-macam. Diantaranya seperti berikut:

Proses Natural

Proses natural ini juga dikenal dengan dry process. Proses ini termasuk teknik paling tua yang ada dalam sejarah proses pengolahan kopi. Setelah dipanen, ceri kopi akan ditebarkan di atas permukaan alas-alas plastik dan dijemur di bawah sinar matahari. Beberapa produsen kopi kadang menjemurnya di teras bata atau di meja-meja pengering khusus yang memiliki airflow (pengalir udara) di bagian bawah. Ketika dijemur di bawah matahari, biji-biji kopi ini harus dibolak-balik secara berkala agar biji kopi mengering secara merata, dan untuk menghindari jamur/pembusukan.

Pada proses natural, buah kopi yang dikeringkan masih dalam berbentuk buah/ceri, lengkap dengan semua lapisan-lapisannya. Prosesnya yang natural dan alami ini akan membuat ceri terfermentasi secara natural pula karena kulit luar ceri akan terkelupas dengan sendirinya.

Profil rasa umumnya: Proses natural ini dianggap mampu memberi notes ala buah-buahan pada kopi, dengan hints umum seperti blueberry, strawberry atau buah-buahan tropis. Kopi pun cenderung memiliki keasaman (acidity) rendah, rasa-rasa yang eksotis dan body yang lebih banyak.

Wet Process

Juga dikenal dengan sebutan wet process. Umumnya, proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua kulit-kulit daging yang melekat pada biji kopi sebelum dikeringkan. Setelah dipanen, ceri-ceri kopi biasanya ‘diseleksi’ terlebih dahulu dengan merendamnya di dalam air. Ceri yang mengapung akan dibuang, sementara yang tenggelam akan tetap dibiarkan untuk proses lanjutan karena ceri-ceri demikian dianggap telah matang.

Selanjutnya kulit luar dan kulit daging ceri kopi akan dibuang dengan menggunakan mesin khusus yang disebut depulper (pengupas)Biji kopi yang sudah terlepas dari kulitnya ini kemudian dibersihkan lagi dengan memasukkannya ke dalam bejana khusus berisi air agar sisa-sisa kulit yang masih melekat bisa luruh sepenuhnya akibat proses fermentasi.

Durasi, atau lamanya kopi difermentasi ini berbeda-beda pada setiap produsen. Namun umumnya berkisar antara 24-36 jam tergantung temperatur, ketebalan layer getah pada ceri kopi, dan konsentrat enzimnya. Jika suhu di sekitarnya semakin hangat, maka prosesnya akan semakin cepat pula.

Profil rasa umumnya: Kopi-kopi hasil washed process umumnya memiliki karakter yang lebih bersih, light, sedikit berasa buah, bodycenderung ringan dan lembut dengan tingkat keasaman (acidity) lebih banyak.

HYBRID PROCESS

Pulped natural process

Proses ini sering digunakan di Brazil. Setelah dipanen, buah kopi dikupas dengan mesin mekanik untuk membuang kulit dan sebagian besar daging buahnya. Dari sini, biji kopi kemudian dijemur di meja-meja pengering. Sisa-sisa daging buah yang masih lengket biasanya akan luruh pada proses ini. (Konon sisa-sisa daging buah yang turut dijemur itu memberi tambahan sweetness dan body pada kopi).

Honey (Miel) process

Proses ini agak mirip dengan pulped natural dan umumnya digunakan di banyak negara-negara Amerika Tengah seperti Costa Rica dan El Salvador. Belakangan proses ini juga semakin populer di Indonesia. Pada honey process, ceri kopi akan dikupas dengan mesin mekanis, tapi metode ini menggunakan lebih sedikit air jika dibandingkan pulped natural process. Mesin depulper akan dikendalikan untuk menentukan seberapa banyak daging buah yang mau tetap ditinggalkan melekat dengan biji sebelum dijemur. Kulit daging yang tersisa ini dalam Bahasa Spanyol diistilahkan dengan miel yang berarti madu (honey). Sederhananya, pada honey process ada sedikit lendir—atau mucilage dalam istilah Bahasa Inggrisyang tampak lengket pada biji kopi. Dari sinilah proses ini kemudian dinamakan honey process. Jadi bukan karena menggunakan madu, ya.

Semi-washed

Proses ini sangat umum ditemui di Indonesia dan sering kita kenal dengan istilah ‘giling basah’. Proses semi washed melibatkan dua kali proses pengeringan. Setelah dipetik, kulit terluar ceri kopi dikupas dengan menggunakan depulper dan dikeringkan sebentar. Jika umumnya kelembaban kopi disisakan hingga 11-12 % ketika proses pengeringan, maka pada proses semi-washed, kelembaban kopi disisakan hingga 30-35 % sebelum dikupas lagi hingga bentuknya benar-benar biji/green bean. Nah, green bean inilah yang kemudian dikeringkan lagi sampai ia benar-benar cukup kering untuk disimpan.

Profil rasa umumnya: Kopi-kopi dengan proses semi-washed cenderung memiliki tingkat sweetness yang intens, body lebih penuh, dengan tingkat keasaman lebih rendah jika dibandingkan kopi-kopi washed processed. Plus, konon kopi dengan proses ini juga memiliki rasa-rasa yang lebih beragam.

 

Lain Lain, グルメ日記、Culinary, 未分類

Adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak.

Menurut riset salah satu universitas di Canada, proses kopi dalam perut luwak setelah buah kopi yang telah matang dimakan oleh binatang luwak (Paradoxurus hermaphrodites), biji kopi yang masih memiliki kulit tanduk dan sebagian dari daging buah kopi turun kedalam usus Luwak. Didalam usus Luwak terdapat enzim proteolytic yang bertugas untuk memecahkan protein yang terdapat dalam sisa-sisa makanan yang ditelan luwak termasuk biji kopi diatas. Enzim ini akan mencerna sisa dari buah kopi yang masih menempel dengan kulit tanduk kopi, namun biji kopi yang masih dilindungi oleh kulit tanduknya tidak akan tercerna (tetap utuh) dan setelah beberapa jam akan dikeluarkan sebagai kotoran / feces.

Hasil dari proses ini adalah peptic dan asam amino bebas. Protein dipercaya sangat berpengaruh terhadap citarasa dan aroma kopi yang akan dihasilkan, oleh karena itu proses inilah yang dipercaya menyebabkan kopi luwak memiliki citarasa dan aroma yang khas serta tingkat kepahitan yang jauh lebih rendah dari pada kopi-kopi lainnya.

Berikut adalah tahapan pembuatan kopi luwak:

1. Persiapan pemberian pakan Biji Kopi Merah (Sortir tahap 1)

Dataran tinggi lampung barat merupakan daerah penghasil biji kopi utama di propinsi lampung yang sangat terkenal akan kualitas biji kopi nya.

Biji kopi berkualitas ini akan dipetik khusus untuk yang berwarna merah saja dan benar-benar segar, yang selanjutnya akan di sortir untuk memisahkan buah kopi yang busuk dengan cara melakukan perendaman, biji kopi yang baik akan tenggelam di dalam air, sementara yang busuk akan mengapung.

2. Pemberian Pakan


Buah kopi merah yang telah disortir dengan cara perendaman selanjutnya dibagikan kedalam wadah untuk diberikan kepada musang / luwak, dalam hal ini, peternakan di lampung barat menggunakan musang / luwak jenis binturong dan bulan yang mana dari beberapa jenis musang yang ada, hanya kedua jenis ini yang merupakan pemakan kopi. Dalam Proses ini, musang / Luwak sangat berperan penting dimana indra penciuman akan digunakan dalam mensortir buah kopi dengan tingkat kematangan sempurna yang mana musang / luwak ini menyukai rasa manis dari buah kopi yang benar-benar matang. Biji kopi yang benar-benar tertelan selanjutnya mengalami proses fermentasi didalam lambung musang yang selanjutnya akan dikeluarkan kembali bersama dengan kotoran (kopi luwak).

3. Pemanenan kopi luwak dan penjemuran

Setelah dilakukan pemanenan, terdapat dua pilihan dalam menghasilkan biji kopi kering yakni dengan menjemur langsung kotoran luwak (kopi luwak basah) tersebut langsung untuk menghasilkan kotoran kering kopi luwak (raw beans) atau dengan dilakukan pencucian terlebih dahulu untuk mensucikan kopi tersebut sesuai anjuran MUI untuk kemudian diijemur dan menghasilkan gabah kopi luwak. (untuk penyucian dengan metode penjemuran langsung untuk menghasilkan raw beans akan dijelaskan kemudian).

4. Penggilingan dan pemilihan biji kopi luwak (sortir tahap 2)

Setelah dilakukan proses pengeringan yang kemudian dihasilkan product raw beans atau gabah kopi luwak, proses selanjutnya adalah penggilingan, kemudian setelah selesai di giling, biji kopi luwak akan dipilih dan disortir untuk memisahkan biji kopi utuh dan pecah akibat penggilingan ataupun pembusukan biji kopi pada waktu pengeringan, proses sortir ini dilakukan secara manual untuk menghasilkan biji kopi siap goreng yang berkualitas (greenbeans).

5. Luwak Peaberry, biji kopi terlangka didunia (sortir tahap 3)

Apakah anda tahu biji kopi yang paling langka? Ya luwak peaberry atau biasa disebut kopi lanang dalam bahasa jawa, mengapa langka? Selain biji kopi ini berasal dari biji kopi luwak yang dalam pembuatannya memerlukan proses panjang dengan jumlah terbatas, luwak peaberry ini disortir secara manual untuk mendapatkan biji kopi tunggal dari ribuan butir biji kopi luwak yang telah kering, jumlah biji kopi ini sangat terbatas.

6. Penyucian –  penggorengan biji kopi luwak (Roasting)

Penyucian yang dapat dilakukan dengan dua versi yakni penyucian dengan pencucian kotoran langsung.
Proses pembuatan melalui proses pembuatan raw beans adalah pencucian yang dilakukan sebanyak 7x yang salah satunya di campur tanah sebelum dilakukan penggorengan (roasting).
Anda dapat memilih berbagai karakter penggorengan roasting sesuai selera anda.

7. Pembubukan Pengemasan

Proses pembubukan dapat dilakukan dengan cara manual menggunakan penumbuk yang dalam bahasa traditional di sebut lesung atau dilakukan dengan cara modern menggunakan alat, setelah diperoleh bubuk kopi luwak, selanjutnya akan dikemas dengan menggunakan aluminium foil, penggunaan kemasan dengan bahan aluminium foil dapat menjaga kesegaran kopi baik kualitas maupun aroma yang menjaga keawetan kopi tersebut dalam waktu yang relatif lama.

グルメ日記、Culinary

Kedai kopi FRBW NTN2 milik Shuntaro Sagawa terletak di sebelah kiri apartemen cilandak lebih tepatnya beralamat di Jln.Let.Jend. TB Simatupang Cilandak Barat, Cilandak – Jakarta Selatan 12430.

Kedai yang baru buka sekitar satu minggu ini menyediakan bermacam-macam kopi mulai dari Arabica, Robusta, Luwak dan Wine. Harganya cukup terjangkau. Untuk aroma dan rasa tidak diragukan lagi. Saya adalah orang yang tidak suka kopi dan tidak suka pahit, tetapi saat saya mencoba kopi disini saya dapat mengatakan jika kopi yang saya coba disini sangat enak dan sudah teruji secara klinis.

Biji kopi langsung dibeli dari petani kontrak. Pemilik  langsung mendatangi kebunnya untuk mengetahui keadaan kopi. Jadi biji kopi yang terpilih adalah benar-benar segar.

Jenis Kopi

  1. Arabica

Arabica memiliki bentuk biji lebih panjang. Kandungan kafein kopi Arabica juga lebih rendah, yakni 08 – 1,4 %, sehingga tidak terlalu pahit namun memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi.

Kebanyakan kopi Arabica memiliki aroma yang wangi seperti buah-buahan atau bunga-bungaan. Beberapa disertai aroma kacang-kacangan. Rasanya pun lebih halus dan penuh.

Pilihan Rasa:

  • Celebes (Toraja) Kalossi
  • Aceh Gayo
  • Bali Kintamani
  • Lintong
  • Sindikarang
  • Solok Selatan
  • Kerinci
  • Bengkulu
  • Mandheling
  • Jawa
  • PNG Bunom
  • Papua Wamena
  • Colombia Supremo
  • Brazil Santos
  • Guatemala Huehuetenango
  • Ethiopia Yirgacheffe
  • Nikaraga
  • Honjeras

2. Robusta

Untuk robusta biji kopinya berbentuk lebih bulat dan seringkali lebih besar. Adapun ciri khas paling kentara adalah tingkat kafein lebih tinggi, antara 1,7 hingga 4 persen sehingga lebih pahit, dan keasamannya rendah.

Pilihan rasa:

  • Lampung Robusta
  • Luwak Medan Robusta

3. Luwak

Adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak.

Pilihan rasa:

  • Luwak Gayo
  • Luwak Mandheling
  • Luwak Kintamani / Bali
  • Luwak Peabery / Landang

4. Wine

Adalah jenis proses pascapanen yang dialami kopi tersebut dan melahirkan sebuah (yang katanya) cita rasa unik menyerupai aroma wine. Dengan kata lain wine coffee juga bisa disebut dengan coffee fermented atau kopi yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi.

Pilihan rasa:

  • Winey coffee

Price List

Selain menyajikan kopi yang nikmat, disini juga menyajikan pelayanan yang sangat ramah. selamat berkunjung!

Wisata, グルメ日記、Culinary

Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia.

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta.

Begitu banyaknya tempat wisata yang unik dan tradisional, mengundang banyak wisatawan lokal dan asing yang berkunjung. Saat berkunjung ke tempat wisata rasanya kurang lengkap jika tidak memberi sesuatu yang khas dari kota tersebut.
Inilah beberapa oleh-oleh yang menjadi ciri khas kota Jogja yang tak boleh kalian lupakan. Makanan-makanan ini sangat mudah di jumpai di Jogja.

Gudeg

Makanan khas Jogja tentu saja adalah gudeg. Makanan ini dibuat dari nangka muda atau gori yang dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu lainnya. Citarasanya gurih dan manis. Gudeg ada yang berupa gudeg kering dan gudeg basah (berkuah). Sayangnya, gudeg dimasak menggunakan santan sehingga tidak tahan lama. Tetapi sekarang sudah diciptakan Gudeg kaleng yang tahan lama. untuk menikmatinya hanya perlu dipanaskan saja.

Bakpia

Salah satu makanan wajib yang harus dibeli ketika kamu ada di Jogja adalah bakpia. Panganan berupa jajanan ringan bercitarasa manis-gurih ini memang udah jadi ciri khas Jogja. Makanan ini berbentuk bulat dengan tekstur lembut dan isi yang nikmat. Bakpia dulunya merupakan kue tradisional Tiongkok bernama Tou Luk Pia yang berarti adalah kue pia kacang hijau. Produksi bakpia di Jogja sudah ada sejak awal kemerdekaan dan berpusat di kampung Pathuk, Yogyakarta. Hingga hari ini, Pathuk masih jadi sentra bakpia di Jogja. Makanya, makanan ini juga akrab dikenal dengan nama “Bakpia Pathuk”.
Makanan yang berciri khas rasa kacang hijau, kini mulai banyak di kembangkan mulai dari rasa keju, susu, coklat dan masih banyak lagi.

Geplak

Geplak adalah makanan berbentuk bulatan warna-warni yang terbuat dari parutan kelapa dan gula. Geplak memiliki rasa yang sangat manis. Jika kalian tidak menyukai makanan manis, makanan ini mungkin tidak cocok untuk lidah kalian.

Wedang Uwuh

Wedang uwuh adalah minuman khas Jogja. Sebenarnya, kata “uwuh” jika diartikan dari bahasa Jawa artinya adalah “sampah”. Minuman ini diberi nama uwuh karena bahan pembuatannya terdiri dari banyak rempah-rempah yang kalau dijadikan satu seperti tumpukan sampah. Minuman ini tepat di konsumsi saat cuaca dingin. Bahan-bahan pembuatan wedang uwuh antara lain adalah kayu secang, jahe, cengkeh, kayu manis, dan lain sebagainya. Sekarang, sudah ada wedang uwuh yang dikemas praktis, lengkap dengan gula batu. Sehingga mudah untuk membawa kemasan dan di seduh dimana saja.

Yangko

Kalau di Jepang ada kue mochi, di Jogja ada yangko. Yangko ini sering disebut sebagai kue mochi-nya Jogja. Tektsurnya kenyal karena terbuat dari bahan utama tepung beras. Panganan ini juga memiliki isian kacang cincang atau varian isi lainnya.

Keripik Belut

Keripik belut atau kalau di Jogja terkenal dengan sebutan kripik welut. Keripik ini bahan utamanya memang belut yang digoreng renyah setelah sebelumnya dibumbui dan dicelupkan pada adonan tepung.

Keripik Tempe

Terbuat dari tempe yang di keringkan dan di goreng menggunakan tepung. Pada dasarnya memiliki cita rasa yang gurih dan bisa juga ditemui dengan rasa yang sedikit asin.

グルメ日記、Culinary

Pempek adalah…

Atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji (secara salah kaprah sering disebut sebagai “tepung sagu”), serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan garam.

Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa penganan pempek pusatnya adalah di Palembang karena hampir semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. Namun kini, kau bisa menemukan makanan ini dimana saja. Bukan hanya di Sumatera, makanan ini sudah tersebar luar di wilayah Jakarta. Ada yang menjual di restoran, ada yang di pinggir jalan, dan juga ada yang dipikul. Tahun 1980-an, penjual biasa memikul satu keranjang penuh pempek sambil berjalan kaki berkeliling menjajakan makanannya.

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek atau pek-pek, yaitu sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa.

Bahan

Pada awalnya pempek dibuat dari daging ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut lalu diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya, beberapa jenis ikan sungai lainnya juga dapat digunakan, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Bahkan ada juga yang menggunakan ikan dencis, ikan lele serta ikan tuna putih.

Penyajian pempek ditemani oleh kuah saus berwarna hitam kecokelat-cokelatan, yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, ebi (udang kering), cabai rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar Pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Pelengkap yang lain untuk menyantap penganan khas ini adalah mentimun segar yang diiris dadu dan mie kuning.

Jenis-jenis pempek

  1. Pempek Kapal Selam

Yaitu pempek yang diisi dengan telur ayam dan digoreng dalam minyak panas.

2. Pempek Lenjer

Dibuat menggunakan adonan lenjer dan diguling2 sehingga berbentuk seperti guling atau gelondongan.

3. Pempek Telur Kecil

Sama dengan kapal selam, baik dari bentuk dan juga adonannya, hanya saja dibuat berukuran kecil. Biasanya perbandingannya 1 kapal selam berbanding 4 atau 5 telor kecil. Telor yang digunakan juga merupakan telor yang sudah dikocok terlebih dahulu seperti akan membuat telor dadar. Jadi bukan 1 telor utuh seperti pempek kapal selam.

4. Pempek Pistel atau Kates

Pempek pistel ini juga dibuat dari adonan lenjer, dan berbentuk seperti telor kecil. Bedanya adalah pada penutup bagian atas, pempek pistel ditutup dengan motif seperti pistel. Di dalamnya berisikan parutan pepaya muda yang dimasak dengan santan. Di palembang pempek ini juga dikenal dengan nama pempek kates. Kates adalah sebutan masyarakat Palembang dan Jawa Tengah untuk buah pepaya.

5. Pempek Keriting

Pempek keriting dibuat dengan adonan lenjer, dan dibuat dengan menggunakan alat khusus. Sebagian orang menggunakan penggiling daging untuk membuat bentuk helaian seperti itu.

6. Pempek Adaan

Adaan dibuat dari adonan yang berbeda dari lenjer dan lainnya. Kalau semua pempek yang sudah disebutkan tadi melalui proses perebusan, maka adaan hanya melalui proses penggorengan saja.

7. Pempek Kulit

Pempek Kulit dibuat menggunakan adonan kulit, yang terbuat dari bahan utamanya kulit ikan. Sama seperti adaan, pempek kulit tidak melalui proses perebusan.

Kemudian aneka pempek semakin berkembang, para pedagang berkompetisi membuat pempek yang berbeda. Tidak meninggalkan resep asli, nemun mereka mengkombinasikan dengan cita rasa modern seperti keju dan yang lainnya.

Beberapa makanan yang mungkin akan kalian temui jika berada di kedai pempek:

  1. Tekwan

Tekwan merupakan salah satu makanan khas palembang, namun tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya tekwan itu dibuat dari adonan pempek lenjer. Bedanya adalah tekwan tidak disajikan menggunakan kuah cuko, melainkan menggunakan kuah sup yang dimasak bersama udang (biasanya bagian kepala), bengkoang dan bihun.

2. Model

Seperti halnya tekwan, model disajikan dengan kuah yang sama yaitu kuah udang. Kalau tekwan bentuknya kecil-kecil, lain halnya dengan model. Model dibuat dari adonan lenjer yang membungkus tahu Cina dan langsung digoreng.

3. Celimpungan

Terbuat dari adonan yang sama dengan lenjer dan tekwan, yang membedakan celimpungan hanya penyajiannya dengan menggunakan kuah santan yang berwarna kekuningan.

4. Laksan

Laksan juga dibuat dengan adonan lenjer, namun dengan sedikit modifikasi sehingga teksturnya biasanya sedikit lebih kenyal dari pempek lenjer. Kuah laksan berwarna putih dan juga mengandung santan. Biasanya laksan disantap dengan tambahan sambal cabe merah.