Lain Lain, Tradisi, 未分類

Hobbit

Jika Anda pernah menonton film Lord of The Rings, maka ada sebuah ras menyerupai manusia hanya saja tingginya tidak setinggi manusia dimana hanya sepertiga atau setengah manusia biasa, ras itu dikenal dengan nama Hobbit atau manusia kerdil. Sebuah penggalian di Pulau Flores, Indonesia menghasilkan penemuan akan sebuah kerangka menyerupai manusia hanya saja tingginya dan bentuknya juga hanya sepertiga manusia biasa.

Dari sini ada dua kesimpulan yang dapat diambil, apakah memang benar bahwa ada sebuah ras yang gaya hidupnya berbeda dari manusia biasa dan dikenal dengan hobbit, atau memang ini disebabkan karena adanya gangguan pertumbuhan pada manusia terkait seperti microcephaly (gangguan atau kelainan pertumbuhan).

Dvaraka Kota Krishna

Berdasarkan legenda, Krishna (Dewa di Hindu yang setara dengan Tuhan Yesus) berkuasa atas kota Dvaraka atau Dwarka hingga pada akhirnya ia ditelan oleh laut. Bagi kaum Hindu, menemukan Kota Hilang Dvaraka ini seperti menemukan Kitab Perjanjian atau Cawan Suci. Kota ini berbeda dengan kota modern Dwarka di India, Dvaraka adalah kota dalam legenda yang dibawahi oleh Krishna.

Arkeologi menemukan sebuah kota lepas pantai di India yang serupa dengan deskripsi pada legenda tersebut. Dengan bebatuan yang mengindikasikan bahwa itu memang Dvaraka dan juga ternyata itu adalah salah satu kota paling tua dalam sejarah yang dibawahi oleh Maha Dewa

Wanita Amazon

Wanita Amazon digambarkan sebagai bentuk kewanitaan yang sangat kuat dan menggambarkan pejuang wanita yang tidak kalahnya dengan pejuang pria. Seorang sejarawab Yunani yang bernama Herodotus menuliskan sebuah cerita dimana para wanita Amazon menikah dengan para pria Scythian (sebuah suku penunggang kuda Eurasia). Para wanita Amazon menyetujui pernikahan tersebut asalkan anak-anak perempuan mereka masih diperbolehkan mengikuti tradisi pejuang wanita ini.

Jika tidak ada bukti pasti mengenai cerita ini maka tentu cerita ini tidak akan dapat dipercaya. Tapi ternyata ada bukti nyata, yaitu sebuah kuburan yang ditemukan di padang rumput Eurasia yang menunjukkan bahwa Wanita Scythian mempunyai sifat pejuang seperti yang dideskripsikan di Wanita Amazon. Mereka ditemukan memiliki tulang yang terkena luka perang dan dikubur bersama pedang, panah, pisau dan bukti-bukti perjuangan lainnya.

Dragon

Walaupun bentuknya tidak benar-benar seperti naga yang kita bayangkan, tetapi kita tidak tahu darimanakah sebenarnya keaslian bentuk naga yang kita bayangkan tersebut. Mungkin saja bentuk aslinya dikembangkan dari seekor hewan yang memang benar-benar memiliki nama ‘Dragon’ pada namanya, yaitu Komodo Dragon yang lebih kita kenal sebagai Naga Komodo atau Komodo saja, dan dapat ditemukan di Pulau Komodo, Indonesia. Tapi yang kita bicarakan bukan hewan ini, melainkan nenek moyangnya Komodo, yaitu Megalania.

Merupakan sebuah kadal berukuran raksasa yang dapat tumbuh hinga 8 meter dengan berat hingga 1,9 ton. Megalania ini tidak kalah mematikannya dengan Naga yang di film-film atau kisah literatur, korban yang digigitnya akan terkena racun yang sangat mematikan dan berdarah hingga ia mati, dimana gigitannya akan membuat daging membusuk secara perlahan.

Kraken

Kraken adalah sebuah mahluk dalam mitologi yang berdiam di laut dengan keganasan dan bentuk yang mengerikan. Tapi ternyata Kraken dipercaya terinspirasi dari seekor cumi-cumi. Cumi-cumi memang bentuknya menyerupai kraken, tapi apakah besarnya sangatlah berbeda dimana kraken dapat dengan mudah menghancurkan kapal.

Hal ini mungkin masuk akal jika kita bukan membicarakan cumi-cumi umumnya yang berukuran kecil tetapi Cumi-cumi Raksasa atau Colossal Squid. Dengan panjang dapat mencapi 14 meter dan tangan dan mata yang jauh lebih besar daripada cumi besar lainnya. Cumi-cumi raksasa inilah yang sering digambarkan bertarung dengan ikan paus. Ya, jika kita membicarakan cumi-cumi ini maka ia memang berniat melakukannya, maka ia dapat memberikan kerusakan ke kapal.

Berserker

Berserker adalah pejuang dalam mitologi Norwegia Kuno yang dikatakan pada saat bertarung berada dalam karakteristik yang sangat liar, tidak terkontrol dan seperti mengamuk, mereka adalah pejuang atau prajurit yang ditakuti hingga sekarang ini karena seberapapun mereka terluka mereka tidak peduli dengan satu tujuan, yaitu menghabisi siapapun yang ada di pandangan mereka. Lalu darimanakah kekuatan ini  berasal?

Ternyata cerita ini memang benar-benar nyata. Berserker atau keadaan ini dapat dicapai dengan memakan sebuah obat sebelum berperang yang dapat memberikan rasa mabuk, serupa seperti halusinogen. Ini akan membuat mereka tidak mengenal takut, sakit dan menjadi lebih kuat. Obat seperti bufotenin dipercaya dapat menghasilkan hal serupa.

Lain Lain, Tradisi, 未分類

5. Mitologi Inuit

Inuit adalah kaum yang tinggal di wilayah dingin Amerika, Kanada dan Greenland. Dalam mitologi mereka dikenal Dewi Matahari Malina yang tinggal dengan kakaknya Anningan, si Dewa Bulan. Suatu hari mereka bertengkar sangat hebat dan kejadian menjadi sangat buruk. Dalam pertengkaran itu, Malina melempar minyak hitam panas ke muka Anningan. Menyesal atas perbuatannya, ia kabur dari rumah dan menjadi Matahari.

Anningan yang marah mengejarnya sampai pada batas dimana ia berubah menjadi Bulan. Hal ini terus terjadi secara terus menerus dan pertukaran bulan dan matahari sebgai perwakilan siang dan malam terus terjadi. Namun terkadang Anningan lupa untuk makan dan menjadi kurus, hal ini dilambangkan menyerupai siklus bulan seperti setengah bulan, bulan sabit dan seterusnya

6. Mitologi Mesir

Bersama dengan kisah Roma, Norwegia, Yunani, mitologi mesir juga adalah salah satu yang paling dikenal. Dalam mitologi Mesir, Ra si Dewa Matahari dipercaya sebagai satu-satunya Dewa Mesir yang tidak tinggal di Bumi melainkan tinggal di langit.

Dengan kulit suryanya yang melambangkan Matahari, ia akan mengelilingi 12 provinsi. Hal ini melambangkan 12 jam setiap harinya dan menciptakan siang hari. Akan tetapi, Ra akan meninggal setiap terbenamnya matahari, hal ini menyebabkan kegelapan di dunia yakni malam. Dalam kematiannya, ia akan pergi ke akhirat, melawan iblis ular bernama Apep. Begitu waktu terbit, dipercaya bahwa Ra berhasil mengalahkan Apep sekali lagi dan melanjutkan kembali perputaran tersebut.

Di malam hari, Khonsu si Dewa Cahaya Bulan akan menggantikan Ra mengelilingi dunia untuk mengarahkan orang-orang ke tujuannya. Ia juga bertugas untuk melindungi hewan liar, meningkatkan kejantanan pria, membantu penyembuhan, meningkatkan kesuburan dan memastikan udara segar di malam hari.

7. Mitologi Mesopotamia

Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar nama Mesopotamia, yakni tempat lahirnya banyak peradaban pertama mencakup Sumerian, Akkadian, Amorite, Hittite, kassite dan seterusnya. Dalam kepercayaan mereka Dewa Matahari dikenal sebagai Shamash, anak dari Dewa Bulan, Sin. Ia digabarkan sebagai seorang dewa yang adil dan penuh kebenaran.

Setiap hari, ia akan terbit dari barat, bersama dengan cahaya matahari bersinar dari pundaknya. Namun tugasnya tidak hanya terbatas ke dunia, ia juga harus melakukan hal tersebut di akhirat. Oleh karena itu ia akan pergi ke barat dan terbenam, menciptakan kegelapan dan malam sebagai sisa kemunculannya. Tugas lain dari shamash adalah menghakimi roh orang yang sudah meninggal.

8. Mitologi Mamaiuran

Mamiuran adalah suku Amazon yang tinggal di Brazil. Berdasarkan mitologi mereka, pada awalnya dunia ini hanya ada dalam kegelapan. Ini semua disebabkan oleh ledakan populasi burung yang menutupi matahari dengan sayap-saap mereka.

2 manusia, Kuat dan Iae muak akan hal itu. Mereka memutuskan untuk membuat jebakan yang akan memerangkap Raja Burung, Urubutsin. Kuat dan Iae sembunyi di balik jasad hewan yang sudah mati, mereka menunggu Urubutsin untuk mendarat. Sesudah Urubutsin mendarat, Kuat melompat keluar dan menangkap kaki Urubutsin. Kuat menuntut Si Raja Burung untuk membagikan cahaya matahari bersama dunia. Karena tidak dapat kabur, Urubutsin harus setuju akan hal itu. Dari situlah asal mula siang dan malam.

Mitos ini mempunyai versi lain dari ceritanya yakni Urubutsin adalah burung bangkai dan ia bukan dijebak melainkan diberi hadiah sebuah jasad hewan yang sudah busuk sebagai pertukaran cahaya matahari di bumi.

9. Mitologi Norwegia

Narfi, seorang Raksasa yang tinggal di Jotunheim — satu di antara 9 dunia menurut kepercaayan mitologi Norwegia — mempunyai seorang anak perempuan bernama Nott. Dibandingkan wanita-wanita lainnya, Nott memiliki perawakan yang berbeda yakni berambut hitam dan memiliki warna kulit berbeda. Walaupun begitu, ia memiliki 3 suami.

Nott dengan suami pertamanya, naglfari memiliki anak bernama Aud; dengan suami kedua, Annar memiliki anak bernama Jord; dengan suami ketiga, Dellingr memiliki anak bernama Dagr. Para Dewa yang mengetahui mengenai Nott dan anak-anaknya, ingin menggunakan mereka sebagai bagian dari penciptaan alam semesta.

Para Dewa memberikan Nott dan Dagr kereta kuda untuk mengelilingi Bumi. Namun semua itu hanya dapat dilakukan dalam waktu yang terbatas yakni 12 jam. Saat Nott mengendari kuda utamanya, Hrimfaxi, maka tetesan air akan jatuh dari surai Hrimfaxi. hal ini menciptakan apa yang kita kenal sebagai embun pagi. Sedangkan Dagr akan memberikan cahaya terang yang dikenal sebagai siang hari. Begitu waktu 12 jam sudah dilewatkan, maka Nott dan Dagr tidak boleh lagi mengelilingi Bumi, dari situlah datang malam.

10. Mitologi Iroquois

Iroquois adalah anggota dari suku Amerika Indian utara dan mereka memiliki kisah menarik mengenai asal mula siang dan malam. Di Dunia Langit, ada wanita hamil, kakaknya, dan pohon kehidupan. Pohon kehidupan sendiri adalah pohon yang juga menghalangi pintu masuk ke dunia di bawah dan siapapun tidak diperbolehkan untuk mengganggunya. Suatu hari, karena penasaran wanita hamil tersebut meminta kakaknya untuk memindahkan pohon kehidupan. Pintu masuk dunia bawahpun terbuka dan karena kecerobohan, si Wanita jatuh.

Untungnya selagi wanita itu jatuh, burung di dunia bawah langit menyelamatkannya dan mereka terjatuh di punggung kura-kura. Di sana, ia menciptakan bumi, dan melahirkan 2 anak kembar. Sayangnya, si wanita meninggal karena sifat liar dari salah satu anak kembar tersebut, yang disebut sebagai kembar bertangan kiri. Kedua anak kembar ini melambangkan kebaikan dan kejahatan dimana si kembar bertangan kiri adalah yang jahat dan tangan kanan kebaikan.

Setelah kematian ibu mereka, kedua anak kembar ini diasuh oleh nenek mereka di Dunia Langit. Seiring kedua anak kembar ini bertumbuh dewasa, nenek mereka meninggal dan tubuhnya diperebutkan. Saat perebutan terjadi, tubuh nenek mereka terbelah dua dan kepalanya terlempar ke langit membentuk objek bulat di langit. Menyadari sifat mereka yang saling berlawanan, mereka memutuskan untuk berada dalam 2 alam yang berbeda. Kembar bertangan kanan akan berkuasa di dunia menciptakan siang, kemudian kembar bertangan kiri akan berkuasa yang menciptakan malam, dimana kejahatan akan lebih sering terjadi.

Lain Lain, Tradisi, 未分類

1. Mitologi Jepang

Berdasarkan sejarah terciptanya Jepang, dahulu kala ada 3 dewa bersaudara anak dari Izanagi dan Izanami. 3 Dewa ini adalah Amaterasu si Dewi Penguasa Matahari dan Langit, Tsukuyomi si Dewa Penguasa Bulan dan Malam, dan Susanoo si Dewa Penguasa Badai dan Laut.

Suatu hari, Amaterasu memerintahkan Tsukuyomi untuk pergi ke Bumi dan mengunjungi si Dewi Makanan, Uke-Mochi. Untuk menyambut Tsukuyomi, Uke-Mochi memuntahkan beras, ikan, dan hewan lainnya ke Bumi. Hal inipun juga digunakan Uke-Mochi dalam perjamuannya. Tsukuyomi yang mengetahui hal ini merasa terhina dan membunuh si Dewi Makanan, Uke-Mochi.

Sesudah ia kembali ke langit, Tsukuyomi menceritakan semua kejadian yang ia lakukan ke Amaterasu. Amaterasu yang mengetahui hal itu merasa malu dan benar-benar marah atas Tsukuyomi. Ia kemudian bersumpah untuk tidak pernah lagi menemui saudaranya tersebut. Oleh karena itu, begitu Matahari terbenam, maka Bulan akan kabur dari Matahari untuk mengulang siklus tersebut selamanya.

2. Mitologi Filipina

Dalam mitologi Filipina dikenal dewa Apolaki si penguasa Matahari dan saudara perempuannya, Mayari si penguasa Bulan. Pada awalnya, kedua dewa ini berada di bawah kekuasaan ayah mereka, Bathala si Penguasa Langit dan Dunia. Sayangnya, singkat cerita kekuasaan Bathala berakhir dengan kematian Bathala dalam perperangan. Inipun menyebabkan Apolaki dan Mayari berebut kekuasaan.

Apolaki ingin menjadi penguasa tunggal dari langit dan dunia, sedangkan Mayari ingin berbagi kekuasaan dengan Apolaki. Dalam pertempuran mereka, Apolaki berhasil membutakan Mayari. Sesudah pertempuran, Apolaki terus merenungkan tindakannya dan secara perlahan menyesali hal tersebut. Sebagai bentuk permintaan maafnya, Apolaki setuju untuk membagi kekuasaan langit dan dunia dengan Mayari.

Pertama, Apolaki akan berkuasa dengan matahari, kemudian Mayari akan melanjutkannya. Namun karena ia sudah kehilangan sebelah matanya, pada saat ia berkuasa maka kekuatannya tidak sekuat Apolaki, membuat bulan lebih gelap. Inilah yang menjadi cikal bakal siang dan malam.

3. Mitologi Aztec

Pada awalnya ada 4 dewa berbeda yang menjadi matahari. Akan tetapi semua lenyap karena permusuhan dengan dewa lain. Pertempuran terus terjadi untuk menentukan siapa yang menjadi dewa matahari selanjutnya. Akhirnya, tidak ada Dewa yang berani mengajukan diri karena takut pertempuran terjadi kembali dan dunia berada dalam kekacauan. Hal ini menyebabkan kegelapan mengelilingi dunia. Perundingan kemudian terjadi untuk menentukan siapa yang menjadi dewa berikutnya, dan siapapun yang dipilih harus siap mengorbankan dirinya untuk menjadi Dewa Matahari berikutnya.

Dua dewa dipilih, yakni Tecciztecatl dan Nanauatl. Kemudian api agung diciptakan sebagai tempat pengurbanan kedua dewa ini. Tecciztecatl yang harusnya melompat pertama kali ketakutan dan mundur sebanyak 4 kali. Dewa-dewa lain menjadi lelah dan meminta Dewa kedua Nanauatl untuk melompat. Nanauatl melompat tanpa takut dan akhirnya menjadi Matahari. Harga diri Tecciztecatl yang sudah terluka membuatnya melompat belakangan.

Akhirnya 2 matahari tecipta dari api tersebut, namun Para Dewa tidak menyukai ide tersebut dan melemparkan kelinci ke matahari Tecciztecatl, membuat ia tergigit dan lebih gelap, itulah yang menyebabkan terciptanya Bulan. Tecciztecatl yang menginginkan cahayanya terus mengejar Nanauatl si Matahari. Itulah penyebab perputaran siang dan malam.

4. Mitologi Lakota

Lakota, suku lokal Amerika, yang terkadang juga disebut sebagai suku Sioux, namun nama itu disebut melecehkan mereka. Seperti kebanyakan mitologi lainnya, dalam Mitologi Lakota dikenal Dewa Matahari dan Dewi Bulan. Dewa Matahari adalah Wi sedangkan Dewi Bulan adalah Hanwi.

Dalam sebuah perjamuan, Wi si Dewa matahari tidak bersama dengan pasangan seharusnya yakni Hanwi si Dewi Bulan. Ia malah memilih seorang manusia biasa, Iktomi untuk mendampinginya. Skan, si Dewa Langit marah dan memutuskan untuk menghukum Hanwi atas perbuatannya itu. Skan mengambil kembali Hanwi dari Wi dan membuatnya berkuasa atas malam hari, sedangkan ia menghukum Wi dengan membuat berkuasa atas siang hari, tidak pernah diperbolehkan untuk melihat Hanwi untuk selamanya. Terkadang karena malu atas perbuatan Wi, Hanwi akan menutup sebagian mukanya dan ini dikenal sebagai siklus bulan.

Tradisi

Tradisi Melepas Burung

Fakta unik Waisak pertama berkaitan dengan burung, Quipperian. Terdapat tradisi unik yang dilakukan umat Buddha saat merayakan Waisak, yakni tradisi melepaskan burung dari sangkarnya.

Sejumlah burung yang dilepaskan dari sangkarnya itu dipercaya dapat membuang sial bagi umat Buddha, juga dipercaya bisa membawa keberhasilan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.

Selain itu, hal ini juga menguntungkan bagi para pedagang burung yang tentunya laku dibeli. Biasanya, burung yang dijual juga relatif murah, seperti burung gereja, tekukur hingga merpati.

Berasal dari Nama Bulan

Sebagai hari raya paling besar dan bermakna bagi umat Budha, ternyata kata ‘Waisak’ berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘Vaisakha’ atau di dalam bahasa pali disebut ‘Vesakha’.

‘Vesakha’ sendiri berasal dari nama bulan dalam kalender Budhis yang biasanya jatuh pada bulan Mei pada kalender Masehi atau kalender yang kita pakai sekarang ini.

Selalu Jatuh Pada Bulan Purnama

Disesuaikan dengan penanggalan bulan (lunisolar calendar), tanggal jatuhnya Waisak selalu berbeda-beda setiap tahunnya.

Namun, satu hal yang pasti adalah Waisak selalu jatuh pada malam bulan purnama atau full moon.

Tanggalnya Selalu Berbeda-beda

Waisak dirayakan pada hari ke-8 bulan ke-4 penanggalan lunar Cina yang pastinya berbeda dengan penanggalan Masehi yang kita pakai sekarang ini. Makanya perayaan Waisak jadi jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya.

Ternyata ada aplikasi penanggalan kalender lunar bernama Chinese Calendar dimana umat Budha bisa nge-track tanggal-tanggal hari raya seperti imlek, Waisak, Kathina Puja, dan lainnya.

Ritual Memandikan Rupang Budha

Dengan menyiramkan air suci ke rupang Budha, kegiatan ini melambangkan awal yang baru dalam kehidupan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pesan penting bahwa mudah untuk membersihkan kotoran fisik, namun sulit untuk membersihkan kekotoran batin seperti keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin.

Bagi umat Budha, kegiatan yang sederhana ini memiliki makna yang cukup penting sebagai pengingat untuk membersihkan pikiran dari keserakahan dan kebencian.

Ritual ‘Pindapatta

Selain merayakan Waisak dengan ritual memandikan rupang Budha, para umat juga melakukan ritual ‘pindapatta’. ‘Pindapatta’ sendiri berasal dari bahasa Pali yang mempunyai arti menerima persembahan makanan.

Jadi, para biksu akan berjalan kaki dengan kepala tertunduk sambil membawa mangkok makanan untuk memperoleh dana makanan dari umat.

Makna ritual ‘pindapatta’ untuk para biksu adalah untuk melatih hidup sederhana dan belajar menghargai pemberian orang lain. Sedangkan bagi umat Budha, ritual ini merupakan lahan untuk menanam kebajikan dan berbuat baik.

Pelepasan Lampion

Pernah tidak melepaskan lampion yang sudah ditulis harapan-harapan lalu diterbangkan ke atas?

Sama halnya dengan itu, pelepasan lampion dalam prosesi upacara Waisak ini juga mempunyai arti pengharapan umat Budha untuk keadaan yang lebih baik lagi. Biasanya para umat akan memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, bahkan negara sebelum melepaskan lampion ke udara.

Memperingati Tiga Peristiwa Penting

Hari raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam sejarah kehidupan sang Budha yaitu Trisuci Waisak.

Tiga peristiwa penting ini adalah saat kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini, Pangeran Siddharta mencapai penerangan sempurna di bawah pohon Bodhi, dan wafatnya sang Budha di Kusinara.

“Selamat merayakan Trisuci Waisak, Semoga sikap mental bersahaja ada di sekitar kita.”

Jakarta's Story, Lain Lain, Tradisi

Bung Karno Tidak Puasa Saat Proklamasi

Mungkin kamu tahu bahwa hari proklamasi kemerdekaan RI jatuh pada bulan Ramadhan. Namun, saat itu Bung Karno tidak berpuasa karena sedang sakit akibat gejala malaria tertiana. Ketika dibangunkan di pagi hari, Bung Karno mengeluh badannya terasa seperti meriang. Setelah disuntik dan minum obat, beliau kembali tidur dan bangun pada pukul 09.00 WIB untuk bersiap-siap memroklamirkan kemerdekaan RI pada pukul 10.00 WIB.

Bayangkan betapa membaranya semangat beliau memproklamasikan kemerdekaan. Kamu pasti nggak menyangka ‘kan kalau saat itu beliau sedang sakit?

Bendera Pusaka dari Sprei dan Penjual Soto

Bendera merah putih untuk keperluan kemerdekaan sebenarnya telah dibuat oleh Fatmawati, istri Bung Karno, sebelum tanggal 16 Agustus 1945. Akan tetapi, bendera tersebut dianggap terlalu kecil untuk dikibarkan. Akhirnya, Fatmawati membongkar lemari mencari kain untuk membuat bendera baru. Ia menemukan kain sprei berwarna putih. Bagian merahnya dibeli dari seorang penjual soto oleh pemuda bernama Lukas Kastaryo.

Penulis Naskah Pidato Bahasa Inggris Bung Karno yang Pertama Berdarah Viking

Untuk siaran pidato bahasa Inggrisnya yang pertama, Bung Karno mempercayakan naskahnya pada K’ tut Tantri, seorang perempuan warga negara Amerika kelahiran Skotlandia yang juga berdarah Viking. Perempuan bernama asli Muriel Stuart Walker tersebut turut bergerilya bersama Bung Tomo dan pejuang lainnya di Jawa Timur sebelum akhirnya tinggal di Yogyakarta, ibukota negara Indonesia pada saat itu.

K’tut Tantri menetap di Indonesia selama 15 tahun dan turut mengobarkan semangat perjuangan bagi bangsa ini.

Draf Naskah Proklamasi Sempat Hilang

Draf naskah proklamasi ditulis tangan oleh Bung Karno dan dibantu Bung Hatta dalam pemilihan kata-katanya. Setelah acara proklamasi selesai, draf tersebut menghilang. Wartawan senior Indonesia bernama BM Diah menemukan draf tersebut terbuang di tempat sampah. BM Diah lalu menyimpa draft tersebut selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992.

Nusantara Bukan Wilayah Majapahit

Selama ini kita mengetahui bahwa daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit mencakup seluruh Nusantara, bahkan Thailand dan Campa. Padahal sebenarnya tidak ada bukti pasti yang menjelaskan bahwa wilayah Majapahit mencakup seluruh Nusantara. Daerah efektif kekuasaan Majapahit hanya sebatas Pulau Jawa saja, bahkan hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan untuk kepentingan keamanan dan perdagangan regional.

Anggapan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut memberi upeti kepada Majapahit adalah salah tafsir karena tidak ada keterangan sedikitpun di kitab Negarakretagama yang menyatakan adanya upeti, apalagi upeti tanda tunduk kepada Majapahit.

Menurut Negarakretagama, Majapahit memang sering mengadakan pesta yang mengundang kerajaan-kerajaan dan wakil kerajaan tersebut membawa hadiah bagi Raja Majapahit. Namun, itu hanya hadiah, bukan upeti.

Belanda Membawa Narapidana Pertama ke Nusakambangan

Pulau Nusakambangan dikenal sebagai Alcatraz-nya Indonesia. Narapidana-narapidana kelas kakap banyak yang dikirim ke pulau ini untuk menjalani masa hukuman. Titik awal masuknya narapidana ke Pulau Nusakambangan adalah saat Belanda akan membangun benteng pertahanan di pulau tersebut.

Untuk membangun benteng, Belanda memanfaatkan tenaga narapidana dari beberapa penjara di Jawa. Narapidana-narapidana tersebut dibawa Belanda ke Pulau Nusakambangan dan akhirnya melanjutkan hukumannya di pulau tersebut.

Kemelut Perang Diponegoro

Pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ternyata sudah direncanakan sebelumnya, sejak terjadi “degradasi moral” di dalam keraton karena pengaruh Belanda. Selain itu, menurut sebuah naskah berbahasa Jawa di Keraton Yogyakarta, terlihat adanya keterlibatan Keraton Yogyakarta dalam penjebakan Pangeran Diponegoro di Magelang dengan menyelundupkan Raden Adipati Abdullah, saudara ipar dari Pangeran Diponegoro sekaligus patih yang saat itu menjabat.

Jakarta's Story, Lain Lain, Tradisi

 

Koran Pertama yang Terbit dan yang Dibredel di Indonesia adalah Koran yang Sama

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen memerintahkan anak buahnya untuk membuat lembaran berita internal yang berisi informasi mengenai kedatangan dan keberangkatan kapal-kapal niaga. Lembaran berita tersebut ditulis tangan sebanyak 4 halaman dan diberi nama Memorie der Nouvelles. Ini merupakan cikal bakal koran Bataviase Nouvelles, yang diterbitkan pertama kali pada 7 Agustus 1744 — setelah masuknya mesin cetak ke Hindia Timur.

Bataviase Nouvelles merupakan koran pertama yang diterbitkan di Batavia, maupun Indonesia. Koran ini diterbitkan seminggu sekali sebanyak 4 halaman dengan layout dua kolom.

Namun sayangnya, baru saja kontrak penerbitan diperpanjang, koran ini harus dibredel pada 20 November 1745 karena anggota Dewan Direktur VOC di Amsterdam takut akan banyak rahasia VOC yang terbongkar ke publik.

Stasiun KA (Kereta Api) Bandung Dirancang untuk Persiapan Pemindahan Ibukota dari Jakarta ke Bandung

Bandung memang telah memiliki stasiun kereta api sejak tahun 1884. Tapi, bangunan stasiun yang sampai sekarang masih berdiri adalah rancangan tahun 1928, yang khusus dirancang arsitek Belanda EH de Roo karena niat Belanda memindahkan ibukota Hindia Belanda dari Jakarta ke Bandung. Saat itu, pihak Belanda telah merencanakan pembangunan 14 kantor dan perumahan bagi 1.500 pegawainya.

Niat ini tak sempat terpenuhi karena pada tahun 1930-an Belanda mengalami krisis ekonomi. Kondisi keuangannya juga makin terpuruk karena okupasi Nazi Jerman di masa Perang Dunia II.

Marco Polo Bertemu dengan Masyarakat Kanibal

Pada perjalanannya ke Nusantara tahun 1292, Marco Polo terkejut melihat adanya masyarakat yang memakan daging manusia. Kejadian ini ia temukan di pesisir Sumatra.

Ketika berada di Kerajaan Dagroian (daerah Pidie, Aceh), Marco Polo melihat masyarakat setempat memakan daging kerabatnya yang sedang sakit parah dan tidak bisa disembuhkan. Di daerah tersebut, jika ada kerabat yang sakit maka akan dipanggil penyihir untuk memeriksa apakah penyakit tersebut bisa disembuhkan atau tidak. Jika tidak bisa, maka akan dipanggil orang khusus untuk membunuh kerabat yang sakit. Lalu setelah mati, dagingnya akan dimasak dan disantap bersama.

Permen Jahe Sempat Jadi Komoditas Utama Batavia

Indonesia memang dikenal bangsa Barat sebagai wilayah penghasil rempah-rempah dengan kualitas sangat baik, seperti lada dan jahe. Siapa sangka bahwa rempah-rempah tersebut tumbuh dengan baik dan subur di daratan Batavia, yang sekarang menjadi Jakarta. Bahkan pada tahun 1778, Batavia harus memproduksi 4,5 ton permen jahe untuk diekspor ke Belanda.

Demi Patung Dirgantara, Bung Karno Jual Mobil

Pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran sempat terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September/PKI, yang membuat posisi Bung Karno sebagai Presiden Indonesia di ujung tanduk. Demi menyelesaikan pembuatan patung tersebut, Bung Karno harus menjual salah satu mobilnyadan menyerahkan dana sebesar Rp 1,7 juta kepada Edhi Sunarso, sang pemahat.

Edhi pun juga turut merogoh kocek pribadi hingga mengutang ke pemasok bahan pembuatan patung. Sayangnya, sebelum patung itu diresmikan, Bung Karno telah meninggal dunia terlebih dulu. Edhi yang melihat iringan mobil jenazah Bung Karno saat sedang melakukan penyelesaian akhir di atas patung kemudian turun, dan ikut mengiringi kepergian Bung Karno.

Indonesia Pernah Masuk Piala Dunia

Ternyata pada tahun 1938, Indonesia pernah masuk dalam jajaran tim yang bertanding di Piala Dunia, dengan nama Hindia Belanda. Tim Hindia Belanda merupakan tim Asia pertama yang tampil di Piala Dunia 1938. Koran Perancis L’Equipe edisi 6 Juni 1938 memberitakan bahwa gaya menggiring bola tim Hindia Belanda sangat brilian, tetapi tidak cukup baik untuk pertahanan.

Terlibatnya tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 bukan dengan dukungan PSSI, melainkan Nederlandcshe Indische Voetbal Unie (NIVU), organisasi sepakbola pemerintah kolonial Belanda. Kapten dari tim Hindia Belanda ini adalah seorang dokter.

Hotel Indonesia Adalah Hotel Bintang 5 Pertama di Asia Tenggara

Hotel Indonesia merupakan salah satu dari proyek mercusuar Bung Karno untuk membangkitkan harga diri bangsa Indonesia. Hotel Indonesia dibangun bersama dengan Tugu Selamat Datang dan dipersiapkan untuk menyambut tamu mancanegara peserta Asian Games IV/1962. Kemudian, hotel ini dimanfaatkan untuk menyambut tamu penting kenegaraan. Dirancang oleh arsitek asal Amerika Serikat, Hotel Indonesia menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesia dan hotel bintang 5 pertama di Asia Tenggara.

Tradisi

Sebelumnya telah membahas tulisan seluk-beluk tentang Batik dan cara pembuatannya serta jenis-jenis dari batik. Pada tulisan saat ini saya akan menampilkan olahan batik yang disihir menjadi busana dantik dan barang Adat Traditional dan barang kebutuhan fashion yang memukau.

1. Blangkon

Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari  pakaian  tradisional  Jawa . Menurut wujudnya, blangkon dibagi menjadi 4: blangkon Ngayogyakarta, blangkon Surakarta, blangkon Kedu, dan Blangkon Banyumasan. Beberapa Tipe Blangkon Untuk Ada Yang Menggunakan  Tonjolan  Pada Bagian Belakang Blangkon.  Tonjolan  Ini Menandakan Model Rambut Pria Masa Itu Yang Sering Mengikat Rambut Panjang Mereka Di Bagian Belakang Kepala, Sehingga Bagian Tersebut Tersembul Di Bagian Belakang Blangkon.

Sebutan Blangkon berasal dari kata blangko, istilah yang dipakai masyarakat Jawa untuk mengatakan sesuatu yang siap pakai. Dulunya blangkon tidak berbentuk bulat dan siap pakai, melainkan sama seperti ikat kepala lainnya yakni melalui proses pengikatan yang cukup rumit. Seiring berjalannya waktu, maka tercipta inovasi untuk membuat ikat kepala siap pakai yang selanjutnya dijuluki sebagai blangkon.

Blangkon Sebenarnya Bentuk Praktis Dari  Iket Yang Merupakan Tutup Kepala Yang Dibuat Dari Batik Dan Digunakan Oleh Kaum Pria Sebagai Bagian Dari Pakaian Tradisional  Jawa . Untuk Beberapa Tipe Blangkon Ada Yang Menggunakan Tonjolan Pada Bagian Belakang Blangkon Yang Disebut  Mondholan . Mondholan Ini Menandakan Model Rambut Pria Masa Itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.

Blockkon  Surakarta Mondholannya Trepes Atau Gepeng Sedang Mondholan Gaya Yogyakarta Berbentuk Bulat Seperti Onde-Onde . Sekarang Lilitan Rambut Panjang Yang Menjadi  Mondholan  Sudah Dimodifikasi Karena Orang Sekarang Kebanyakan Berambut Pendek Dengan Membuat Berambut Pendek Dengan Membuat  Mondholan Yang Dijahit Langsung Pada Bagian Belakang Blangkon  .

2. Kebaya

Kebaya adalah blus traditional yang dikenakan oleh wanita indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan  sarungbatik , atau pakaian rajutan traditional lainnya  seperti songket  dengan motif warna-warni.

Kebaya Pada Masa Sekarang Telah Mengalami Berbagai Perubahan Desain. Pada Umumnya Kebaya Sering Digunakan Pada Pesta Perayaan Tertentu. Dari Mulai Pesta Formal Dengan Rekan Bisnis, Pernikahan, Perayaan Acara Tradisional, Hingga Perayaan Kelulusan Sekolah Seperti Wisuda. Kebaya Digunakan Sebagai Seragam Resmi  Pramugari  Singapore AirlinesMalaysia Airlines  dan  Garuda IndonesiaSejumlah perancang yang turut menciptakan desain baru kebaya diantaranya adalah  Anne Avantie  dan Adjie Notonegoro.

3. Gitar Batik

 

Media lain yang bisa digunakan untuk membuat batik adalah gitar. Hal inilah yang dilakukan oleh Guruh Sabdo Nugroho yang memadukan batik dan gitar. Pria yang hobi bermain gitar ini mulai membuat gitar batik sejak tahun 2009. Siapa sangka, karyanya ternyata sangat diminati hingga mancanegara.

Menurut Guruh, ia mendapatkan inspirasi tersebut karena tempat tinggalnya di Solo dikelilingi oleh para pengrajin batik. Karyanya juga dibuat dengan murni menggunakan tangan. Karena itu ia hanya mampu menyelesaikan 5 gitar setiap bulannya. Meski begitu, hasilnya karyanya ternyata sangat indah.

Selain Guruh, ada juga seniman lain yang membuat gitar dengan motif batik, yaitu Haryo Sasongko atau yang biasa disapa dengan Kongko. Pria ini bahkan mendirikan brand G&B Guitars yang merupakan singkatan dari Great Sound and Beautiful Batik.

4. Gelas Batik

Hiasan dengan motif batik kini juga bisa ditemukan di peralatan makan. Salah satu contohnya adalah gelas dan cangkir dengan motif batik. Sebuah produsen keramik dan kaca asal Semarang, Jawa Tengah menyajikan seni batik yang cantik dalam bentuk barang-barang perlengkapan makan seperti gelas, cangkir, piring, mangkuk, dan banyak lagi.

5. Mobil Batik

Piyu, gitaris grup band PADI memiliki koleksi batik dalam bentuk mobil seharga 1,5 miliar. Mobil Mercedez Benz ini dibuat dalam rangka merayakan ulang tahun keberadaannya di Indonesia yang sudah 50 tahun.

Yang membuat mobil ini lebih unik lagi bukan hanya motifnya saja, tapi juga kerena Mercedes Benz hanya memproduksi satu mobil ini saja dengan motif batik. Mobil ini didapatkan Piyu dalam acara lelang yang diadakan. Setelah berhasil mendapatkannya, ia mengabadikan namanya dalam plat kendaraan P 1 YU.

6. Tembok Batik

Di desa Kepek Wonosari, terdapat pemandangan yang berbeda dari wilayah perkampungan penduduk pada umumnya. Pasalnya, terdapat goresan warna dan motif batik cantik yang memenuhi dinding desa tersebut.

Guntur Susilo, salah satu warga Kepek 1, Kepek, Wonosari adalah sosok yang menggerakan puluhan pemuda setempat untuk menghiasi dinding desa dengan motif batik. Tindakan ini dilakukannya karena merasa prihatin dengan banyaknya vandalisme. Jadi, daripada mencorat-coret dengan tulisan atau gambar yang tidak baik, menghiasi tembok dengan mural motif batik tentu akan menjadi lebih cantik.

7. Bolu Batik

Swiss roll atau bolu gulung adalah satu camilan yang digemari di Indonesia. Jika biasanya kita melihat bolu dengan satu warna polos saja, ternyata ada juga bolu gulung yang diciptakan dengan motif batik. Nama kue unik ini adalah bolu gulung batik.

Retno Dyah adalah sosok dibalik menyebarnya bolu batik. Ia berhasil membuat bolu gulung batik ini populer hingga beberapa waktu lalu karyanya ini menghebohkan banyak orang. Penampilannya yang unik membuat kue ini banyak diburu. Motif yang disediakan juga beragam, mulai dari batik parang, sidomukti, hingga batik kreasi yang warna-warni.

Membuat kue batik ini juga bukan perkara mudah bagi Retno Dyah. Ia harus mencoba hingga gagal sebanyak 14 kali. Barulah di percobaan ke 15 bolu gulung batiknya sukses. Namun saat berusaha tidak ada yang sia-sia, prestasinya ini membuat salah satu stasiun televisi melirik untuk meliputnya.

Tradisi

Tari Jaipong  Adalah Tarian Tradisional Yang Berasal Dari Bandung Jawa Barat. Menurut Catatan Sejarah Kebudayaan Indonesia Tarian Ini Diciptakan Oleh Seorang Seniman Berdarah Sunda Yakni  Gugum Gumbira . Namun Dari Sumber Lain Disebutkan Bahwa Pencipta Gerakan Dalam Tarian Jaipongan Adalah H Suanda Dan Gugum Gumbira Hanyalah Salah Satu Tokoh yang mengenalkan tarian ini kepada masyarakat Bandung.

Pada awal kemunculan nya jaipong menjadi sebuah tarian unik dan menarik dengan alat musik pengiring Degung. Keunikan tarian ini dapat kita lihat dalam seluruh gerakan tari yang terlihat ceria, energik, dan humoris. Tak heran jika pementasan kesenian daerah dari wilayah Sunda ini kerap mengundang tawa geli bagi para penikmatnya.

Jaipongan merupakan tarian dengan mengkolaborasikan berbagai macam gerakan seperti gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan juga beberapa gerakan pencak silat yang juga sangat diminati oleh masyarakat setempat pada waktu itu.

Sejarah Tari Jaipong


Pada era 90-an jenis tarian ini kerap mewarnai beberapa film layar le bar di Indonesia yang tergambar sebagai salah satu hiburan terkenal pada waktu itu.

Adalah Haji Suanda, seorang seniman kelas kakap dari Karawang melahirkan kesenian gerak tari dari hasil kreasinya. Sebagai seorang seniman sejati beliau memiliki talenta yang sangat besar sehingga tak heran jika Haji Suanda mampu menguasai berbagai jenis kesenian dari beberapa daerah sekaligus terlebih dari daerah Karawang Sendiri seperti ketuk tilu, wayang golek, topeng banjet, hingga gerakan bela diri yang dikenal dengan sebutan pencak silat.

Sejarah  Tari Jaipong  Berawal Pada Tahun 1976 Ketika Haji Suanda Berinovasi Dengan Menggabungkan Ketrampilan Khususnya Dalam Dunia Seni Pertunjukan Yang Beliau Kuasai Menjadi Satu Pertunjukan Yang Unik. Dari Sinilah Kemudian Tercipta Satu Kesenian Baru Yang Unik Dan Menarik Bagi Seluruh Penonton Pertunjukan Namun Pada Waktu Itu Belum Disebut Dengan  tari jaipong .

Adapun vokal yang menyertainya biasanya dilakukan oleh seorang perempuan yang biasa disebut dengan nama “sinden”. Musik pengiring dalam pertunjukan rupanya juga diambil dari berbagai macam alat musik traditional seperti gendang, gong, alat musik ketuk, dan lain sebagainya.

Tak heran jika para seniman dari berbagai daerah sangat antusias untuk mempelajari gerakan tari yang terdapat pada kesenian garapan Haji Suanda. Ketertarikan masyarakat terhadap salah satu seni garapan haji suanda membuat jenis tarian ini kerap men jadi.

Salah satu seniman yang gentol belajar gerakan tari kreasi dari Suanda yakni gugum Gumbira. Setelah menguasainya beliau mengemas ulang gerakan-gerakan yang terdapat dalam tarian tersebut dan kemudian mulai memperkenalkan  tari jaipong  pada masyarakat Bandung.

Sebagai seorang seniman ternama Gugum Gumbira memang sangat tertarik dengan tari ketuk tilu yang kala itu cukup digemari oleh para seniman nasional. Terinspirasi dari hal tersebut kemudian Gugum Gumbira memperkenalkan gerakan jaipongan sebagai gaya tarian baru ditengah melunturnya ketertarikan masyarakat terhadap gerakan tari lain yang sepertinya monoton saja.

Pada perkembangan selanjutnya, tepatnya pada akhir tahun 1979 tarian ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi pementasan nya, properti yang digunakan, maupun para seniman yang menguasai gerakan tarian ini.

Tak heran jika tari ini kemudian dikenal luas hampir di seluruh wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi, Cianjur, hingga ke Bogor.

Banyak beberapa penari yang memanfaatkan tari Jaipong untuk mengikuti berbagai kompetisi pencarian bakat. Dan tentu hasilnya tidak mengecewakan. Simak cuplikannya:

Tradisi

Permainan tradisional Indonesia termasuk kedalam ciri khas tersendiri dibandingkan negara lain, Indonesia sendiri memiliki permainan tradisional dari berbagai daerah dengan jumlah yang tidak sedikit. Tapi seiring dengan kemajuan teknologi permainan tradisional sedikit demi sedikit mulai punah dan jarang dimainkan lagi.

Saya akan memperkenalkan beberapa permainan tradisional. Let’s go!

1. ABC Lima Dasar

Nama permainan ini diambil karena kamu bermaian abc an dengan mengunakan ke lima jari. Permainan ini mengharuskan kamu berfikir dengan cepat. Memainkan permainan tradisional yang satu ini tidak menggunakan alat apapun hanya menggunakan jemari kita sebagai perhitungannya.

permainan ini dimainkan oleh tiga sampai lima orang, semakin banyak semakin seru. Cara bermainnya mudah, kamu dan teman-temanmu menyepakati nama-nama yang nantinya akan menjadi tema, misalkan nama-nama hewan, nama-nama pemain bola atau nama-nama negara. Nama-nama tersebut akan menjadi tema permainan tradisional abc lima dasar.

Setelah itu kumpulkan jari-jari temanmu dan mulai berhitung dengan huruf alfabet. Contoh, semua jari yang keluar dari teman-teman ada 10 huruf alfabet kesepuluh adalah “H” nah huruf ini akan menjadi huruf nama-nama hewan yang berawalan huruf “H”.

Pemain yang menjawab paling akhir atau tidak bisa menjawab akan mendapatkan hukuman yang telah disepakati diawal permainan. Manfaat permainan ini adalah mempercepat kinerja berfikir otak.

2. Boi-boian

Boi-boian adalah permainan tradisional Indonesia yang saat ini sudah jarang ditemui dan dimainkan oleh anak-anak pedesaan apalagi perkotaan. Permainan yang satu ini membutuhkan ketepatan dan kecepatan dalam memainkannya.

Sejarah Permainan

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak pedesaan di waktu sore setelah salat asar, dan dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan, permainan ini sebagai hiburan di waktu kosong.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 4-5 pemain.
  • Permainan ini menggunakan alat pecahan genting yang nantinya akan disusun ke atas dengan jumlah 7-10 pecahan.
  • Selain pecahan genting bola kasti juga menjadi alat dalam permainan ini, jika tidak ada biasa diakali dengan membuat bola yang terbuat dari kertas yang di buat seperti bentuk bola dan diikat dengan karet gelang.
  • Tip pertama bertugas sebagai penyusun pecahan genting dan tim kedua bertugas sebagai penghancur genting dengan cara melemparkan bola kasti.
  • Permainan berawal dari tim penghancur genting melemparkan bolanya ke arah susunan genting dengan cara di gelindingkan.
  • Jika susunan genting hancur maka tim penyusun bertugas menyusun kembali genting, sambil menghindari bola yang terus dilemparkan ke arahnya.
  • Jika pemain terkena bola maka gugur dan jika pemain dari tim penghancur tidak mengenai sasaran genting maka akan gugur juga.
  • Permainan berakhir jika susunan genting kembali tersusun atau pemain yang berada di satu tim gugur semua.
  • Setelah itu tugas kelompok ditukar atau bergantian.

3. Bola Bekel

Bola bekel termasuk ke dalam permainan tradisional Indonesia, karena sering dimainkan dan sudah ada sejak zaman dulu, permainan ini menjadi permainan favorit bagi anak perempuan. untuk menyelesaikan permainan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Sejarah Permainan

Permainan tradisional yang satu ini berasal dari Jawa Barat ada juga yang mengatakan dari Jawa Timur, permainan ini dulunya hanya dijadikan kegiatan mengisi waktu kekosongan yang ada, tapi sekarang permainan ini dijadikan hiburan bagi anak-anak pedesaan khususnya anak-anak perempuan.

Seperti halnya permainan boi-boian permainan ini tidak memiliki catatan sejarah yang baik, tapi walaupun begitu permainan ini masih bisa kita temui sampai saat ini meskipun sudah sangat jarang.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel serta 10 biji kuwuk.
  • Pemain terdiri dari 3 sampai 5 orang anak.
  • Duduklah dan Buatlah lingkaran atau menyerupai lingkaran yang nanti bola bekel dan kuwuk berada di tengah, pemainpun memainkannya di tengah atau di depannya.
  • Permainan dimulai oleh satu orang pemain dan yang lainnya mengamati, pemain akan bergantian setelah pemain yang sedang bermain melanggar peraturan.
  • Peraturan disepakati di awal permainan.
  • Gengam biji kuwuk dan peganglah bola bekel menggunakan jari telunjuk dan ibu jari, dipegang di satu tangan yang sama.
  • Lemparkan bola bekel ke atas dan jatuhkan semua biji, lalu setelah bola bekel memantul tangkaplah kembali bola bekel.
  • Lempar kembali bola bekel, sebelum bola bekel memantul ambilah satu biji kuwuk lalu tangkap kembali bola bekel.
  • Begitu seterusnya hingga biji kuwuk sudah diambil semua lalu, dibabak ke dua ambil dua biji kuwuk dalam satu lemparan, begitu seterusnya.

4. Congklak

Permainan yang satu ini memiliki daya tarik sendiri dari bentuk papan congklak yang tersedia. Selain itu permainan ini juga tidak akan membuat kamu mengeluarkan keringat karena kamu bermain dengan duduk dan santai.

Sejarah Permainan

Menurut penelitian para arkeologi dan para ahli menyakini bahwa permainan tradisional congklak ini berasal dari negeri Timur Tengah lalu menyebar ke Benua Afrika setelah itu lalu penyebaran memasuki kawasan Asia. Permainan ini dikenal dan populer di Indonesia sendiri karena masuknya bangsa Arab ke Indonesia.

Dengan tujuan berdagang, menetap dan menikahi orang-orang pribumi. Jumlah lubang yang terdapat dalam papan congklak berjumlah 16 lubang, dibagi menjadi tujuh lubang kecil dan dua lubang besar, lubang yang menjadi tujuan dengan masing-masing pemain memiliki satu lubang.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Permainan ini dimainkan oleh dua orang pemain.
  • Permainan ini menggunakan alat papan congklak dan biji congklak.
  • Terdapat 49 biji congklak yang di bagi ke 14 lubang kecil, setiap lubang berisikan 7 biji congklak.
  • Suitlah untuk menentukan giliran main.
  • Pemain pertama, membagikan biji congklak yang ada di daerahnya, pilihlah salah satu lubang untuk dibagikan biji congklaknya kepada setiap lubang kecil, dan satu lubang besar yang mmenjadi milik kamu, atau tabungan biji kamu.
  • Membagikan secara berputar setiap melewati lubang isilah dengan 1 biji congklak.
  • Begitu setterusnya hingga biji congklak habis, jika sudah habis barulah giliran bergantian bermain.

5. Engklek

Engklekan adalah salah satu permainan tradisional yang populer di Indonesia, permainan ini menjadi permainan yang gemar dimainkan oleh anak-anak perempuan.

Sejarah Permainan

Ada berbagai pendapat mengenai sejarah permainan yang satu ini, pendapat pertama mengatakan, permainan ini berasal dari Inggris, karena di temukannya bukti-bukti tentang keberadaan permainan engklekan.

Pendapat kedua mengatakan, permainan ini sudah ada jauh yaitu pada abad ke-17 dan dikenal di Romawi. Di Indonesia sendiri permainan ini dikenal sejak zaman belanda menjajah indonesia.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Permainan ini membutuhkan petak yang nantinya dijadikan sebagai permainan.
  • Peraturan permainan menyesuaikan bentuk petak yang ada.
  • Permainan ini dimainkan oleh 3 atau lebih pemain.
  • Pemenang ialah yang memiliki banyak petak, setelah melewati tahapan permainan.
  • Permainan ini membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
  • Permainan ini juga menggunakan satu kaki di setiap petak yang akan dilalui kecuali yang terdapat dua petak.

6. Layang-layang

Layang-lanyang adalah permainan yang menyenangkan dan seru, permainan ini banyak dimainkan oleh anak-anak pedesaan, biasanya didesa sendiri layangan hanya berbentuk seperti belah ketupat. Bermain layang-layang ada musimnya, dan disetiap daerah memiliki waktu yang berbeda-beda.

Sejarah Permainan

Permainan ini sudah ada di Cina tahun 2500 Sebelum Masehi. DI Indonesia sendiri permainan ini di temukan pada awal abad ke-21, penemuan ini dibuktikan dengan lukisan yang ditemukan di gua Pulau Muna provinsi Sulawesi Tenggara.

Awal mulanya permainan layang-layang di Indonesia ada juga yang berpendapat sudah aja sejak abad ke-17 yang berasal dari catatan sejarah melayu, tentang kerajaan yang mengikuti festival layang-layang.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Membutuhkan ruangan terbuka untuk bermain permainan yang satu ini, seperti lapangan dan juga yang terdapat banyak angin untuk menunjang layangan.
  • Layangan biasanya terbuat dari kertas atau pelastik, bambu panjang yang tipis dan benang.
  • Setelah layangan terbang tinggi, permainan akan semakin seru jika kamu beradu dengan pemain lainnya.
  • Biasanya untuk mengadu kamu membutuhkan benang/senar gelasan (senar yang memiliki ketajaman).
  • Ada yang bermain ada pula yang mengejar, biasanya jika ada layangan yang putus atau kalah aduan, akan dikejar bersama-sama dan berebutan untuk mendapatkan layangan tersebut, dan disinilah keseruan sebenarnya.

7. Lompat Tali

Lompat tali termasuk permainan tradisional yang terbuat dari karet gelang, karet gelang yang digabungkan dan disusun panjang. Permainan ini sering dimainkan oleh anak-anak perempuan. Tali karet gelang yang digunkan dalam permainan ini adalah karet gelang yang belum matang.

Sejarah Permainan

Permainan lompat tali sudah ada semenjak Belanda menjajah Indonesia, awalnya permainan ini dimainkan oleh anak-anak Belanda yang  ada di Indonesia.

Ada juga yang mengatakan bahwa asal permainan lompat tali berasal dari benua Eropa yang menyebar ke benua-benua lainnya termasuk di dalamnya benua Asia Tenggara tepatnya Indonesia.

Bukan hanya itu ada beberapa pendapat juga yang mengatakan permainan ini berasal dari Mesir, Cina, Australia dan lain sebagainya, tidak ada kejelasan yang pasti tentang asal usul permainan yang satu ini.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Permainan dimainkan oleh 3 orang atau lebih.
  • Ada 2 orang sebagai pemegang tali dan yang lainnya bertugas melompati karet.
  • Ketinggian karet dimulai dari mata kaki hingga mencapai kepala bahkan tangan yang diacungkan ke atas.
  • Ketinggian hingga bagian dada, mengharuskan peserta melompat tanpa mengenai karet/tali.
  • Jika pemain mengenai karet atau terjerat karet maka pemain gugur dan bergantian dengan si pemegang karet.
  • Jika semua pemain sudah berhasil melewati tantangan lompatan dengan ketinggian akhir, maka permainan akan diulang dari awal, begitu seterusnya.

8. Pletokan

Pletokan adalah permainan tradisional yang berasal dari Jakarta. Permainan yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi anak laki-laki, karena dengan permainan ini mereka akan merasakan serunya peperangan, dalam permainan ini juga mengajarkan arti pentingnya strategi dan kerjasama kelompok.

Sejarah Permainan

Pletokan adalah permainan tradisional yang kepopuleran nya tidak diragukan lagi, permainan yang satu ini menjadi favorit di masyarakat Indonesia khususnya anak laki-laki. Nama pletokan diambil dari bunyi yang dihasilkan oleh bambu dengan ukuran 30- 40 cm dan diameter ½ cm – 2 cm.

Permainan ini mencerminkan peperangan, zaman dahulu yang belum menggunakan senjata modern seperti pistol. Permainan ini mengajarkan bahwa pentingnya, bekerja sama dan mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan.

Peraturan dan Cara Bermain

  • Buatlah dua kelompok dan carilah tempat yang bisa digunakan untuk bersembunyi dan menembak.
  • Peluru terbuat dari kertas yang di basahi dan dibuat bulat lalu di masukan ke lubang bambu.
  • Pemain memiliki tiga kali kesempatan, jika sudah terkena tembakan selama tiga kali maka akan gugur.
  • Ronde berlangsung 2 kali, jika seri maka akan diadakan ronde kedua.
  • Diawal permainan akan ada peraturan yang nantinya akan di laksanakan untuk terciptanya keamanan dan ke sportifitas.